Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Senin, 29 Maret 2010

Muslimah, Antara Siap Dan Ingin Menikah

Sahabat Muslimah…Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan seorang akhwat ingin segera mengakhiri masa lajangnya, antara lain:

1. Karena faktor usia
Banyak akhwat yang merasa gelisah karena usia yang sudah cukup untuk menikah, namun belum juga ditunjukkan siapa pendampingnya.

2. Melihat teman yang sudah menikah
Adakalanya, jika teman kita sudah menikah, mereka bercerita kepada kita, betapa indah dan menyenangkannya hidup berumah tangga, sehinga membuat kita ingin segera merasakannya.

3. Dipanas-panasi
Tak dipungkiri, di sebagian kalangan akhwat, salah satu topik favorit yang sering dibicarakan adalah seputar ikhwan dan nikah. Lambat laun, karena seringnya membicarakan hal itu, membuat hati sebagian akhwat kebat-kebit.
Apalagi jika sudah ditambah bumbu-bumbu tertentu. Itulah sebabnya mengapa kita dilarang untuk membicarakan hal-hal yang tidak perlu, karena bisa saja membuat hati kita kotor.

Sebagian lagi beralasan, mereka ingin segera menikah untuk menjaga diri dari hal-hal yang tidak diinginkan. Bukan alasan yang salah sebenarnya. Tapi acapkali, karena terburu-buru ingin menikah, banyak hal yang lupa dipersiapkan.
Sahabat muslimah… Ada beberapa hal yang harus dipersiapkan ketika kita memutuskan untuk melangkah ke jenjang pernikahan. Antara lain:

1. Kesiapan Pemikiran yang mencakup:

a. Kematangan Visi Keislaman
Hal ini dimaksudkan, agar pasangan suami istri mempunyai frame yang sama mengenai Islam sebagai dasar rumah tangga, agar rumah tangga benar-benar bernilai ibadah, tidak hanya sebagai pemuas kebutuhan biologis saja. Dengan ajaran Islam sebagai landasan rumah tangga, diharapkan, rumah tangga tersebut dapat menjadi rumah tangga yang sakinah mawaddah warrohmah.

b. Memiliki kematangan visi kepribadian
Disamping beragama secara kultural, banyak juga orang yang landasan keislamannya di bangun oleh emosi. Namun karena tidak dilandasi oleh pengetahuan Islam yang kuat, kadang membuat sebagian orang cepat futur, bosan dan lain sebagainya. Jika hal ini terjadi dalam rumah tangga, bisa menjadi sebab timbulnya kegagalan seseorang dalam berumah tangga.

2. Kesiapan Psikologis
Kematangan psikologis yang dimaksud adalah kematangan atau kesiapan tertentu secara psikis, untuk mengahadapi berbagai tantangan yang akan dihadapi selama hidup berumah tangga. Seringkali karena secara psikologis kondisi seseorang belum siap, membuat pasangan suami istri tidak siap dengan berbagai kondisi pasca nikah.

3. Kematangan Fisik
Ada beberapa hal yang menjadi persyaratan mutlak dalam sebuah perkawinan menurut Islam, yang berkaitan dengan fisik. Antara lain :

a. Seorang laki-laki atau wanita yang kan menikah harus yakin bahwa alat-alat reproduksinya berfungsi dengan baik
Karena salah satu sebab perceraian yang diperbolehkan dalam Islam adalah karena alat reproduksi pasangannya tidak berfungsi dengan baik.

b. Usia
Kita juga harus menyadari, bahwa secara fisik, kita benar-benar sudah siap menikah. Itulah kenapa sebabnya seorang wanita dianjurkan untuk tidak menikah dalam usia yang masih dini. Banyak kasus yang terjadi, dimana anak-anak yang baru keluar dari sekolah dasar (usia sekitar 12-13 tahun) langsung dinikahkan. Di Barat, ada survey yang membuktikan, bahwa orang-orang yang melakukan hubungan seksual terlalu muda, pada umumnya di atas usia tiga puluh tahunan akan mengalami hambatan-hambatan fisik.
Meskipun sekali lagi, tidak ada kriteria tertentu kapan seseorang menjadi matang secara fisik. Ada kasus-kasus tertentu, seperti halnya orang-orang tua zaman dulu, banyak yang tetap sehat dan memiliki keluarga besar, meskipun menikah dalam usia yang masih sangat muda.

c. Kesehatan
Sebelum menikah, usahakan mengetahui kondisi fisik dan kesehatan calon pasangan kita. Kalau bisa, ketahui juga kesehatan keluarga calon pasangan kita itu, karena biasanya ada penyakit tertentu yang merupakan penyakit keturunan.

4. Kesiapan Finansial
Perkawinan juga merupakan kerja ekonomi, tidak hanya cukup dengan cinta. Bukan berarti seorang muslimah harus materialistis. Namun hal ekonomi /finansial kadang menjadi pemicu konflik dalam rumah tangga. Meskipun ada beberapa pasangan yang merasa cukup hanya dengan bekal cinta saja, akan lebih baik jika kita mempersiapkan finansial sejak jauh-jauh hari.
Sahabat muslimah… Menikah adalah sebuah Mitsaqan Ghalizhan, perjanjian yang sangat berat. Banyak konsekuensi yang harus dijalani suami istri dalam berumah tangga. Jangan pernah mengambil keputusan untuk menikah hanya karena ‘ingin’, sementara banyak faktor yang belum kita persiapkan. Jika sejak awal kita sudah mempersiapkan mahligai rumah tangga yang akan kita bina, niscaya kebahagiaan dunia dan akhirat akan kita rasakan. InsyaAllah. Maka, apakah sahabat sudah ingin menikah, atau benar-benar siap dengan pernikahan ???

sumber http://www.manajemenqalbu.com

Kamis, 11 Maret 2010

DIALOG DI SENJA HARI (MENIKAH Part III)

Pada suatu senja terjadi dialog antara dua orang sahabat...

A : Ukh, ana mau minta pendapat?

I : Apa?

A : Hmm...kalau seandainya ada akhwat, beliau terkenal aktivis bangetlah trus menikah bukan dengan ikhwan, apa tanggapan anti? (*note : akhwat : wanita tarbiyah ; ikhwan = laki2 tarbiyah)

I : Hmm.....kenapa sang akhwat mau menikah dengan yang bukan dengan ikhwan?

A : Kondisi yang mendorong seperti itu.

I : Kondisi seperti apa, misalnya ?

A : ........*mikir*....... yaaah karena ia menganggap para ikhwan ’kelamaan mikir’ or....di satu sisi ada laki-laki biasa (-tdk tarbiyah-) yang lebih berani datang melamarnya..

I : Apakah itu masalah anti ? (*melirik menyelidik, sambil tersenyum*)

A : Bukan….. kita hanya sedang berandai-andai… (*dengan raut wajah yang sedikit nampak berubah*)

I : Pertanyaan ini membuat ana kembali mengingat ke beberapa peristiwa akhir-akhir ini yang menimpa saudara-saudara kita....(menghela nafas dan mengalihkan pandangan)

A : Maksudnya?

I : Menurut anti kenapa akhir-akhir ini seringkali pernikahan disorioentasi dakwah?

(Laaah ni, orang ditanya malah balik tanya :) )


Apakah mungkin karena dorongan usia yang semakin dewasa sehingga mengharuskan akhwat meninggalkan untuk sementara visi dan misi yang telah ia bangun dahulu..Ketika pangeran yang dinanti tak jua kunjung tiba untuk bersama menyatukan visi dan misi itu..??. Sehingga siapapun yang datang padanya, bahkan seorang kurir pun ia terima dengan sekedarnya??

A : Hmm... itu sih kembali kepada komitmen masing2 orang, seberapa tebal dan kuatnya ia menempelkan misi ’dakwah’ dalam setiap aktivitas dan fase hidupnya..

I : Ya, dan semoga kita adalah bagian dari orang-orang kuat itu... (*tatapnya seraya tersenyum...tulus*)

A : Amiin... (*senyum*)

I : Berarti dengan sendirinya sudah terjawab to pertanyaanmu ttg pendapatku??

A : Yup (*mengangguk-angguk*)

I : Tapi ukh, supply ikhwan di dunia ini terbatas.. Artiya ketika setiap akhwat menunggu sang pangeran ikhwan yang datang maka sudah dipastikan ada yang tak kebagian... (*afwan, penggunaan bahasa jadi seolah-olah ikhwan itu barang..hehe... *just perumpamaan* :D)

A : Kan ada Poligami...hehe (*nyengir*)

I : Hussshhhh.....(*raut wajah menunjukkan tak suka sekali ia pada poligami* :D)

A : Bukankah akhwat diperbolehkan menikah bukan dengan ikhwan tarbiyah asal memenuhi 4 syarat?

I : Apa itu ?

A : Aah...kura-kura dalam perahu nih...Pura-pura tidak tahu..!

I : Bener nih ana lupa, tolong diingatkan lagi..

A : Hmmm....Pertama, Ia tidak pernah melakukan dosa besar (Syirik)..
Kedua, Ia tidak pernah meninggalkan ibadah wajib
Ketiga, Tidak merokok
Keempat, Tidak menghalangi aktivitas dakwahmu..

I : Cukup empat kriteria aja???

A : Yup

I : Itu sih jatuhnya ’ikhwan’ juga....hihi... =)

A : Iya sih...kalaupun ada laki-laki begini, tetap aja 1 diantara seribu...Hari gini gitu loh... hahah
(*tertawa mereka menemani terbenamnya matahari sore itu*)

I : Ana jadi teringat kata Ustad Cahyadi Takariawan dalam bukunya ’Dijalan dakwah aku menikah’, Disana ada sebuah pertanyaan : ”Dijalan apakah Anda menikah?”. Menikahlah di jalan dakwah, maka Anda akan mendapatkan keberuntungan. Di jalan ini para sahabat Nabi melangkah,dijalan ini mereka menikah, di jalan ini pula mereka meninggal sebagai syahid dengan kematian yang indah. Jalan yang tak pernah memberikan kerugian. Justru senantiasa menjadi investasi masa depan yang menguntungkan di dunia dan akhirat. Di jalan ini kecenderungan ruhaniyah amat mendapat perhatian, akan tetapi tidak mengabaikan segi-segi materi. Dijalan ini syahwat di kalahkan oleh orientasi Rabbani, dan menuntun prosesnya, dari awal sampai akhir, senantiasa memiliki kontribusi terhadap kebaikan diri dan umat.

A : Ya...dan dijalan inilah yang menghantarkan Nabi SAW menikahi isteri-isterinya. Jalan inilah yang menghantarkan Ummu Sulaim menerima pinangan Abu Thalhah. Jalan yang menyebabkan bertemunya Ali ra dan Fatimah Az Zahra dalam sebuah keluarga....Di jalan dakwah itulah Nabi SAW menikahi ummahatul Mukminin. Di jalan itu pula para sahabat nabi menikah. Dijalan dakwah itulah orang-orang shaleh membina rumah tangga. Jalan ini menawarkan kelurusan orientasi, bahwa pernikahan adalah ibadah. Bahwa berkeluarga adalah salah satu tahapan dakwah untuk menegakkan kedaulatan di muka bumi Allah...

I : Subhanallah..... luar biasa indahnya..... :))

(*mereka berdua tersenyum, berjuta harap, angan dan mimpi dibiarkan memenuhi rongga kepala....seraya menatap langit yang mulai menghantarkan kuning menjadi gelap....*)


Earthcity, 10 Marert 2010

Selasa, 09 Maret 2010

LASKAR ABABIL....

Energi cinta itu yang kurasakan ketika berada di tengah-tengah kalian. Ini bukan kisah tentara Ababil yang dengan begitu gagahnya menghabisi tentara Abrahah dengan lemparan batu api dari langit. Bukan, karena kisahnya tak sama..Tapi nilai kebersamaan dan kekuatannya mungkin tak kalah dari sekumpulan Ababil itu.

Laskar Ababil,
Allah mempertemukan aku dengan mereka ketika aku merasakan begitu sepinya dan tiada berartinya ’hijrah’ yang kujalani. Pulang ke daerah asal meninggalkan segala aktivitas yang sangat ’kucintai’, aktivitas yang begitu mewarnai hari-hari. Disaat merasakan mata yang tumpul hanya berharap keajaiban dalam wujud gharib (aneh), dan langka menemukan ’masa-masa’ itu kembali disini.

Teringat sebuah kalimat Alm. Ustad Rahmad Abdullah : ’Hidup tanpa kesadaran ma’iyah (kebersamaan) adalah gersang gurun yang tak menumbuhkan pohon apapun, selain kaktus dan dedurian yang keras dan menyakitkan. Kecuali ada oase, secercah harapan di tengah keputusasaan, apatisme dan kematian hati.
Tak ada makna bagi akar yang tak mengalirkan zat hara sampai ke pucuk dan daun. Tak ada makna bagi iman yang berhenti di titik keyakinan tanpa menghadirkan kelezatan. Tiada kelezatan dalam hidup tanpa menghadirkan kebersamaan, maiyah”.
Dan kini kalian ajarkan aku tentang oase itu yang membuatku kembali bangkit, bahwa sejuta ’cinta’pun tersedia disini..

Laskar Ababil,
Orang-orang hebat yang pernah aku temui. Selalu mengajarkan kepadaku bagaimana arti ’tersenyum’ yang sebenarnya. Tersenyum dalam sejuta masalah. Tetap berdiri tegak dengan kedua kaki yang bergidik nyeri. Aah, kalian memang orang-orang hebat...!.
Kalian memberikanku arti untuk ’malu’ mengeluh. Betapa malu diri ini ketika bercermin pada sosok-sosok kalian. Ketika Allah membukakan tabir masalah-masalah hidup yang sedang kalian hadapi untuk aku ketahui, berjuta masalah kehidupan mampu kalian pikul di pundak yang terlihat begitu ringkih. Namun keringkihan itu ternyata mempunyai kekuatan dasyat yang tak nampak. Ringkih di balik seyuman keikhlasan dan ridho atas semua ketentuan. Kalian telah mengenal bagaimana menghadapi kehidupan yang sebenarnya, sedangkan aku masih berkutat ’melawan’ diriku sendiri. Semakin malu rasanya diri ini...

Laskar Ababil,
Aku mengenal kalian belum terlalu lama, namun berbaur bersama kalian membuatku merasa telah mengenal kalian bertahun-tahun lamanya. Kedewasaan, keceriaan, candaan, kekanak-kanakkan menyatukan kita. Dan cinta itu pun tumbuh perlahan di hati ini....Satu persatu kalian berhasil merengkuh hati ini, mungkin karena doa Rabithoh yang selalu kita lantunkan disetiap akhir pertemuan, dan setiap doa yang kita lafalkan untuk masing-masing diri kita...Dan akupun telah membuktikannya, begitu luar biasanya kekuatan doa kita...Mungkin kalian masih ingat ketika di suatu pertemuan masing-masing dari kita mengungkapkan apa yang menjadi mimpi terdekat kita. Dan menjadi sebuah keharusan saudara-saudara yang lain turut mendoakan atas mimpi-mimpi itu??. Dan tahukah kalian bahwa apa yang telah aku ucapkan ketika itu telah kuraih saat ini?. Disana kumerasakan begitu luar biasanya doa dari kalian saudara-saudaraku...Semua itu membuatku merasakan semakin diri ini cinta kepada kalian..

Laskar Ababil,
Teruslah berjuang menghadapi hidup.. Sekuat Ababil yang mampu merontokkan pasukan gajah. Masalah-masalah ini begitu mendewasakan kalian, dan yakinlah semua ada saatnya berakhir..Dimana Allah akan menggantikan segala kesusahan dengan kebahagiaan.. Anggaplah saat ini kita sedang menaiki tangga kemuliaan.. Namun bantu aku untuk bersama kalian menaiki tangga itu, agar aku bisa sekuat kalian melewatinya...Melewatinya dengan senyuman, seperti yang kalian ajarkan kepadaku..

Untukmu saudara-saudaraku di Laskar Ababil...
Aku mencintai kalian karena Allah...
Sungguh aku mencintai kalian karena Allah....
Tetaplah saling mengingatkan dalam kebenaran & kesabaran..
Aku yakin Allah mencintai kalian, karena kalian mencintaiNya...^_^




PENANTIAN...

Tahukah kau bahwa disini ku setia menanti
Menanti dirimu untuk membawaku pergi
Tapi kini kurasa terlalu lambat kau melangkah
Sedangkan disana ada satu, dua, tiga orang yang siap menggantikan posisimu
Mereka semakin dekat,
Tapi sampai kini kau pun belum terlihat...

Hanya bayangmu yang terasa
Tapi itupun tak tergenggam oleh kepalan tangan ini
Hanya terasa oleh hati yang mulai berarak geli
Riuh menghantarkan simpul-simpul gelisah

Dimanakah kau kini?
Kuingin kau yang menjemputku
Bukan mereka...!!

Tahukah kau, bahwa disini ku tetap setia menanti,
datang menjemputku dengan membawa sejuta misi dan obsesi
Dengan cara yang suci, karena hanya Ridho Allah yang kita cari..

Persimpangan waktu ini membelenggu
Membuatku tak bisa berbuat dan menunggu
Otakku beku tak mampu berfikir..
Memaksa untuk mengakhiri penantian ini..

Tapi ku tak ingin itu..!!
Ku tetap ingin kau yang menjemputku…
Lagi-lagi bukan mereka..
Karena hanya nafsu yang mereka persembahkan untukku..

Dimanakah kau kini??
Mereka semakin mendekat,
ingin menjemputku dengan cara mereka sendiri
Kutakut......sangat takut mereka akan sampai sebelum kau tiba...


Nb : untukmu.....yg ku tak tau siapa kau dan dimanapun kau berada kini.... :p




Kamis, 04 Maret 2010

RAHASIA SUKSES BISNIS KHADIJAH

Siapa yang kenal dengan Khadijah seorang wanita mulia yang pernah hidup di dunia. ”Nama Khadijah memang tidak dapat dilupakan dalam sejarah karena perjalanan hidupnya yang selalu dihiasi bunga-bunga keberuntungan dan kemuliaan, tidak dapat dipisahkan dari perjalanan hidup Muhammad. Tidak pernah disebut kisah tentang wahyu, tentang diutusnya Muhammad sebagai utusan Allah, melainkan nama Khadijah tertera dalam kisah itu”. (Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki).


Tentang kualitas iman Khadijah, Rasulullah SAW bersabda : “Allah tidak pernah memberiku pengganti yang lebih baik dari Khadijah. Ia telah beriman padaku ketika orang lain kufur. Ia mempercayaiku ketika orang lain mendustaiku. Ia memberikan hartanya padaku ketika tidak ada orang lain yang membantuku. Dan Allah juga menganugerahkan aku anak-anak melalui rahimnya, sementara istri-istriku yang lain tidak memberiku anak (HR. Bukhari, Ahmad, dan Thabrani)

1. Keimanan yang kokoh dan spiritual yang tinggi
Orang yang beriman kepada Allah adalah orang yang kuat. Kuat batin dan jiwanya, sehingga ia tidak pernah gentar menghadapi hidup. Kekuatan orang yang beriman diperoleh karena harapan kepada Allah. Ia tidak akan mudah berputus asa karena ia yakin bahwa Allah selalu menyertainya. Sekarang apakah ada hubungan antara iman yang kokoh dengan kesuksesan bisnis? Tentu saja ada. Bukankah iman akan membuahkan kekuatan batin dan jiwa, membuahkan sikap tidak pernah gentar menjalani hidup, membuahkan rasa aman, dan tidak mudah putus asa, membuahkan rasa harapan, dan membuahkan rasa percaya diri (self confidence), membuahkan sikap toleran bersahabat dan damai?. Bukankah semua sikap dari buah hasil keimanan ini sangat diperlukan seorang pebisnis dalam menjalankan usaha bisnisnya?. Bukankah seorang pebisnis butuh rasa percaya diri, rasa aman, rasa harapan, dan kekuatan batin dalam mengelola dan menjalankan bisnisnya?.

Khadijah pada masa jahiliyah ia sudah dijuluki ath-thahirah ”perempuan suci”, karena ia memiliki kehormatan, kedudukan tinggi, keimanan yang sejati, jiwa besar, dan perilaku yang suci. Ia adalah perempuan yang dekat dengan sumber-sumber keimanan. Sebelum memeluk Islam, ia adalah penganut agama yang hanif yang berpegang pada agama tauhid. Ia sama sekali tidak terkotori dengan lumpur dan noda-doda paganisme jahiliyyah. Setelah Khadijah dipilih oleh Allah menjadi pendamping hidup Nabi, ia menjadi perempuan pertama yang merangkul Islam, percaya dan beriman kepada Rasulullah SAW.

Demikianlah tingkat kualitas keimanan Khadijah, baik dimasa sebelum maupun setelah datangnya Islam. Dengan keimanannya yang kokoh itu, iapun mempunyai sikap batin yang kuat, sikap tidak mudah putus asa, sikap memiliki rasa harapan, sikap percaya diri, sikap toleran dan bersahabat, yang semuanya berperan dalam menghantarkan kesuksesan bisnisnya.

Kemudioan apa korelasi antara spiritualitas Khadijah yang tinggi dengan kesuksesan bisnisnya?. Mari kita memotret nilai-nilai spiritual yang tertanam dalam diri Khadijah. Dalam bukunya, ’Meneladani Perkawinan Rasulullah dengan Khadijah Al Kubra’, Sayyid Muhammad Alawi Al Maliki mengatakan bahwa dalam diri perempuan suci ini terpadu antara kemulian dunia dan keagungan akhirat. Ia mendapatkan keagungan mulia dari keindahan perilakunya. Ia hidup asketis di dunia. Ia hidup sederhana, tidak bermewah-mewahan, dan tidak terlalu erat menggenggam dunia. Ia juga dikenal sebagai sosok perempuan yang jujur, terpercaya dan amanah. Terbukti ia hanya merekrut karyawan dan menjalin mitra bisnis dengan orang-orang yang memiliki sifat-sifat seperti itu.
Nilai spriritual lainnya yang tertanam dalam diri perempuan mulia ini adalah sikap teguh memegang janji dan teguh memegang pendirian bila ia yakin bahwa pendirian itu baik dan benar. Ia juga sosok yang bersikap rendah hati. Ia tidak angkuh dan menyombongkan kekayaan dan kebangsawanannya. Ia biasa duduk bersimpuh dan bersenda gurau bersama budak-budak dan pelayan2nya.

Itulah beberapa nilai spiritual yang tertanam kokoh dalam diri perempuan terbaik penghuni syurga ini. Apabila kita korelasikan dengan bisnis, apakah nilai2 ini turut mendongkrak kesuksesan?. Dalam dunia bisnis, nilai-nilai semacam inidinamakan dengan modal nonmateri. Modal ini tidak kalah penting jika dibandingkan dengan modal dalam bentuk materi. Bahkan pengaruh modal nonmateri lebih besar dan lebih menentukan.

2. Mentalitas Wirausaha
Salah satu rahasia di balik kesuksesan bisnis Khadijah adalah karena ia seorang pengusaha yang memiliki mentalitas wirausaha atau enterpreneur. Apa buktinya?, tercatat bahwa ia lebih suka memperkerjakan orang lain yang punya sikap jujur dan amanah dalam menjalankan usaha bisnisnya. Ini artinya ia menciptakan lapangan pekerjaan bagi orang lain dan pandai mendelegasikan pekerjaan kepada orang lain, dan ini termasuk salah satu ciri seorang enterpreneur. Ia juga pernah menginvestasikan modal usaha perdagangan yang dikelola oleh ayahnya. Menanamkan investasi dalam sebuah usaha bisnis seperti yang dilakukan Khadijah adalah tipe seorang enterpreneur. Disamping itu ia juga pandai dalam bidang lobi dan menjalin network. Terbukti, ia berhasil melobi agar Muhammad mau menjadi mitra bisnisnya, dengan catatan modal dari dirinya dan memakai sistem bagi hasil.

Semua bukti diatas menandakan bahwa Khadijah adalah seorang pengusaha yang memiliki mentalitas wirausaha. Ia mampu menciptakan lapangan pekerjaan bagi orang lain, pandai mendelegasikan pekerjaan kepada orang lain, suka menginvestasikan modalnya dalam bidang usaha yang produktif, dan pandai melobi dan menjalin mitra bisnis. Bukankah semua ini adalah ciri-ciri dari seorang enterpreneur?.

Motivasi seorang wirausahawan muslim bersifat horizontal dan vertikal. Secara horizontal terlihat pada dorongannya untuk mengembangkan potensi dirinya dan keinginannya untuk selalu memberi manfaat yang sebesar-besarnya bagi orang lain. Sementara secara vertikal dimaksudkan untuk mengabdikan diri kepada Allah. Motivasi ini berfungsi sebagai pendorong, penentu arah, dan penetapan skala prioritas.

3. Punya modal dan pandai mengelolanya.
Khadijah adalah putri seorang pedagang sukses yang kaya raya. Ayahnya adalah seorang pedagang yang namanya diperhitungkan dikalangan elit Quraisy. Oleh karena itu ia tidak kesulitan mendapatkan modal usaha bisnisnya. Di samping itu, ia juga mendapatkan modal berupa harta melimpah yang diwariskan oleh mendiang suami-suamninya. Itulah dua sumber modal usaha bisnis Khadijah.

Modal besar yang didapat Khadijah ini tidak ia b iarkan tertimbun begitu saja atau ia habiskan untuk sesuatu yang tidak bisa kembali (konsumtif). Karena ia mempunyai mental wirausaha, maka modal tersebut ia investasikan dalam bentuk usaha perdagangan. Sedikitnya ada dua sistem yang digunakan Khadijah dalam mengembangkan modalnya.

Pertama, dengan sistem upah. Artinya, ia membelanjakan modalnya untuk membeli barang2 dagangan, lalu ia merekrut beberapa orang karyawan untuk menjual dan memasarkannya keluar kota Mekah.
Kedua, dengan sistem bagi hasil. Artinya Khadijah merekrut seorang untuk menjadi mitra kerjanya dengan modal dari dirinya atau ia menginvestasikan modalnya dalam usaha dagang orang lain. Sistem ini pernah ia terapkan ketika ia menginvestasikan modalnya dalam usaha dagang ayahnya dan ketika ia merekrut Muhammad untuk mengurusi dan menangani ekspedisi dagangnya ke luar kota Mekah.

Di samping modal dalam bentuk materi ini, Khadijah juga punya modal dalam bentuk nonmateri. Modal nonmateri ini lebih dasyat dan lebih luar biasa pengaruhnya dalam menentukan kesuksesan bisnisnya. Apa modal nonmateri yang dimiliki Khadijah?. Ia punya modal mental wirausaha. Modal lain adalah kemampuannya menjalin mitra bisnis atau jaringan (network). Disamping itu ia memiliki modal kejuuran, dapat dipercaya, keberanian, keimanan, spiritual, kecerdasan, amanah, pandai membaca peluang dsb.

Kita tahu dalam dunia bisnis, modal tidak harus dalam bentuk uang tunai. Modal bisa digali dari pihak mana saja. Bahkan otak Anda yang kreatif adalah modal. Jaringan persahabatan adalah modal. Bodoh adalah modal untuk bisa pandai, miskin adalah modal untuk menjadi kaya, tak punya modal adalah modal untuk mendapatan modal. Kecil adalah modal untuk menjadi besar, kalah adalah modal untuk menjadi menang, dan gagal adalah modal untuk menjadi sukses.

Dahulu, Khadijah memang punya modal materi yang tidak kecil. Tapi, ia juga punya modal dalam bentuk nonmateri. Kedua hal inilah yang menjadi salah satu kunci rahasia dibalik kesuksesan bisnisnya. Modal yang pertama penting, tapi modal yang kedua jauh lebih penting. Modal yang pertama dapat ia gunakan untuk memulai usahanya, sedangkan modal yang kedua ia gunakan untuk mengelola dan mengembangkan yang pertama.

4. Punya kemampuan merekrut karyawan dan menjalin mitra bisnis.


Dahulu Khadijah telah menetapkan kriteria penilaian dalam merekrut karyawan, dan menjalin mitra kerja. Khadijah sangat selektif dalam merekrut karyawan dan menjalin mitra kerja. Ia hanya mau menjalin kerjasama dengan orang yang punya kriteria jujur, bertanggungjawab, dapat dipercaya dan amanah. Di samping pandai merekrut karyawan (atau mita kerja), Khadijah juga pandai mendelegasikan pekerjaan kepada mereka. Ia dapat memposisikan dirinya sebagai pemimpin usaha yang memberikan kepercayaan besar kepada mereka. Ia pun mampu memotivasi mereka untuk bekerja dengan baik. Ia tidak pernah menunda-nunda pembayaran upah yang telah disepakati di awal kontrak. Ia juga tidak pelit memberikan pujian kepada mereka yang bekerja dengan baik dan berprestasi.

Dalam perjalanan lintas daerah yang pernah dilakukan Khadijah, kepercayaan terhadap karyawan atau mitra kerja mutlak diperlukan. Sebab, si pemilik modal/usaha bisanya tidak ikut bersama karyawan dalam sebuah perjalanan dagang ke daerah lain. Keberhasilan usahanya benar-benar sangat tergantung kepada karyawannya

5. Suka Berderma
Terdapat banyak catatan para sejarawan yang menerangkan bahwa Khadijah adalah sosok perempuan yang terkenal hartawan dan dermawan. Ia senang mengasuh para janda dan anak-anak yatim, menjamu para tamu, melimpahi rumah2 sanak saudaranya dengan kebajikan serta santunan dan mengasuh anak-anak –selain anak kandungnya—dengan penuh kasih sayang.

Mengapa bisnis beliau malah berjalan dengan baik dan menghasilkan keuntungan besar, serta harta mereka selalu bertambah sebanyak yang mereka dermakan?. Jawabannya, karena derma (atau sedekah, infaq, zakat) itulah yang akan menumbuhkembangkan harta, yang mencegahnya dari kelenyapan, yang melestarikannya, dan yang mendatangkan berkah. Rasulullah sendiri pernah bersabda : ”Tidak akan berkurang harta orang yang berderma”

6. Berani mengambil keputusan dan pandai membaca peluang
Banyak sekali bukti yang menunjukkan bahwa Khadijah adalah sosok pengusaha yang terkenal berani mengambil keputusan dan pandai membaca peluang. Bukti yang paling konkrit adalah ketika ia memilih Muhammad untuk mengawasi dan menangani urusan2 perdaganggannya ke Syam. Padahal keputusan ini sangat beresiko karena Khadijah sendiri belum mendengar kalau Muhammad memiliki pengalaman berdagang, khusunya keluar kota Mekah.

Keputusan Khadijah memilih Muhammad untuk mengawasi dan menangani urusan2 perdagangannya ke negeri Syam terbukti membuahkan hasil yang luar biasa. Urusan bisnisnya disana berjalan lancar,. Barng-barang dagangannya habis terjual. Laba yang luar biasa didapat.

Dahulu, Khadijah selain berani mengambil keputusan, ia juga pandai membaca peluang. Karenanya, ia berhasil membangun dan mengelola sebuah usaha bisnis perdagangan. Ia berhasil menciptakan sebuah peluang usaha dan menciptakan lapangan pekerjaan bagi orang lain. Ia kreatif dan berani tampil beda di tengah2 kalangan perempuan Quraisy.

Ia juga memanfaatkan peluang kondusifnya iklim Mekah yang cocok untuk usaha perdagangan. Karenanya, peluang ini ia manfaatkan dengan membeli barang2 dagangan dari luar daerah dan selanjutnya dipasarkan di pasar2 Mekah. Sebaliknya, ia membeli barang2 di pasar2 Mekah, kemudian memasarkan ke luar daerah.

7. Pandai membaca Pasar dan Target Pasar
Sehebat apapun Khadijah, seberani apapun ia mengambil keputusan, dan sepandai apapun ia membaca peluang, tapi kalau pasar tidak mendukung, bisa dipastikan bisnisnya tidak akan jalan dan sukses. Pasar dimasa Khadijah sangat kondusif dan bersahabat. Mekah tempo dahulu punya letak yang sanga strategis dari sudut lintas perdagangan dan sudut geografis. Selain itu di Mekah juga terdapat ”Rumah Suci atau Ka’bah”. Pada musim haji kabilah2 Arab dari segala penjuru banyak yang berkunjung ke Mekah untuk menunaikan ibadah haji.

Peluang besar ini tidak disia-siakan oleh Khadijah. Berkat insting bisnisnya yang tajam, keberaniannya mengambil sebuah keputusan dan kepandaiannya membaca peluang, ia pun menginvestasikan modalnya itu dalam perdagangan.

8. Stabilitas Keamanan Kota Mekah dan letaknya yang strategis untuk iklim usaha
Di dalam kota Mekah terdapat rumah yang mula-mula dibangun untuk manusia, Ka’bah. Keberadaan ka’bah inilah yang menjadi faktor utama yang menjamin stabilitas keamanan kota ini. Inilah salah satu faktor eksternal dibalik kesuksesan bisnis yang dilakukan Khadijah. Bila tidak ada jaminan stabilitas keamanan kota ini dan sekitarnya kala itu, bisa dipastikan usaha perdagangannya sulit untuk maju dan berkembang.





Taken from : Rahasia Sukses Bisnis Khadijah sang isteri nabi
Penulis : Khoirul Amru Harahap, Lc, M.H.I

ASAKU ASAMU

Sahabat setelah sekian lama kita jalani bersama penuh suka penuh duka
Dan akhirnya kutemukan sebuah asa
Sahabat disepanjang malam yg hening kucoba untuk merenung dan mengingati perjalanan kita
Kudapati asaku asamu

Ya Allah ya Tuhanku andai kau takdirkan dia untukku
Menjadi teman arungi hidup ini
Satukan hatiku hatinya
Amanahkan bahagia
Kemesraan selamanya..
Note :
Di senja hari, pengen aja tulis nih lirik lagu..
No reason... ^_^
By ; Star Five

Jumat, 05 Februari 2010

Si Baglog yg tahan banting.....^_^

Dua buah baglog yg dibwa pasca mengikuti peltihan Budidaya Jamur Tiram sekitr 2 buln yng lalu ini mmg spesial...Baglog ini benr2 tidak terurus..he..
Dua buah baglog yng aku tinggal pergi ke Bogor selama satu minggu dan salahnya akupun lupa untuk menyampaikan pesan ke orang rumah bagaimana merawatnya...

Sepulangnya dari Bogor, kutemukan dua buah baglog ini dalam kondisi yang 'mengenaskan' -serem bgt bahasany yak..hehe-. Tergeletak diantara tumpukkan kayu, trus dapat kabar kalau ni baglog beberapa kali dibanting2 oleh si 'mamang' tukang bangunan yang lagi kerja dirumah untuk buat kumbung...dan parahnya baglog2 ini dibiarkn di luar terkena hujan dan panas, hnya beratapkan langit selama bbrp hari...dan yang sgt lebih parahnya lagi ni baglog ditusuk2 sama si mamah dengan lidi pd hampir semua bagiannya....hahah parah banget tu kan...-krn aku pernh bilang klw miseliumny sdh tumbuh penuh, baglog di buka, trus bisa juga ditusuk di beberapa bagiannya...eh, malah ditusuk semua, pake lidi lgi.....Wuuuuaaahah jadilah tu baglog benar2 tidak ada harapan lagi untuk hidup....Tak tega rasanya melihat kondisi kedua baglog itu..

Akhirny tetap kuletkkan kedua baglog itu kedalam kumbung yang baru saja selesai dibangun, sebelum 400 buah baglog lainnya tiba menyusul untuk menempati kumbung ini....Baberapa hari kemudian kaget euiy ternyta satu dr baglog itu dari dalamnya mengelurkan benda kecil berwrna putih...Pin head jamur...Wuaah hebat kan....
Dlm wktu 3 hri saja pin head itu berangsur2 tumbuh mjd serumpun jamur tiram yang lebar...Wuih..senangny diriku...he...

Bener2 nih bglog emang tahan banting, coba lihat gambarnya...besar dan lebar kan...Subhanallah...membuat diriku malu karena tidak merawatnya dengan baik....


Rabu, 06 Januari 2010

Pesan tersirat dari Maroko...

Kemarin pagi tnpa sengaja chatting dg seorang teman d dunia maya....

Beliau asal Maroko...B.Inggrisnya soo bad, yah sama lah dg ku.... :D

Untungny dy ngerti dikit2, n akupun bgtu...wlwpun dy lbh sering blg 'No andastan' (*No understand mksudny*)...dan aku sering bilang "sorry??" (*mksudny gk ngerti dg kta2ny*)

Awalny dia menyatakan klw dirinya s'org muslim, dan aku jawab akupun bgtu...

Krn mgkin sama2 mrsa ad sdkit miskomunikasi maka dia blg "I can spik alitla arabic and spanich no Inglech" (*I can speak a little arabic and spanic no English_ gtu sih kira2 aq memahaminy*)..

"we spik arabic??"
Ooh..dy ngajak ngobrol pke b.arab mksudny mgkin ya....

"I can't speak arabic or Spanish" jwbku..

"yo muslim??" dy tanya kembli
Kujawab dg mantap "yup.."

"yo can't spik arabic??"
"yo moslim..!"
"How can??!"
"coran arabic"

(*you can't speak arabic??, you muslim..!, How can??! Qur'an arabic*)

Dan aq mengartikanny sbg sbuah keterkejutan...

---i'm speechless---

Pernyataannya yg trakhir it mbwtku tdk bs brkta ap2 lgi, malu rasany..... :'(

Jd inget dlu bku B.Arab jilid 1 and 2 yg slalu dplajari di stiap prtemuan liqoat...he...

Senin, 04 Januari 2010

BILA RASAKU INI RASAMU

Kayak judul lagunya kerispatih ya….^_^
Tapi tulisan kali ini gak ada hubungannya dengan lagu itu... Ini tentang rasa yang berbeda.. Sebuah rasa ’kenikmatan’ yang kita rasa sebagai seorang aktivis yang terlibat dalm lingkungan tarbiyah...

Coba tanyakan kepada mereka yang telah lama terlibat dalam aktivitas tarbiyah, yang telah melanglang buana lama di dunia ini, tanyakan alasan mengapa mereka begitu setia berada di lingkungan tarbiyah hingga saat ini??...Kebanyakan dari mereka menjawab ’karena mereka menemukan kenikmatan bersama Rabbnya di dunia ini’..Bukankah itu sebuah kenikmatan tertinggi.. ??

Saya disini akan menempatkan posisi sebagai bagian dari mereka. Sebuah rasa ’kenikmatan’ ini yang akan kita bahas...

Khususnya untukku dan untuk semua yang menjadi ’pioner-pioner’ tarbiyah dalam keluarga yang mungkin belum tersentuh dengan dunia tarbiyah...

Menjawab pertanyaan-pertanyaan ini...

Apa yang kita lakukan ketika pulang ke rumah dari kegiatan-kegiatan tarbiyah dan dakwah yang kita geluti –ex ; mengisi tutorial Rohis dan sejenisnya atau mungkin sepulang dari liqo’ atau sejenisnya ??..
Mungkin jawabannya ; istirahat, mandi, tidur..

Seberapa sempatnya kita duduk sejenak menceritakan kenikmatan yang kita dapat diluar sana kepada anggota keluarga kita ??.. Ketika kita merasakan kenikmatan itu, sungguh mereka pun sebenarnya ingin..

Coba bayangkan bagaimana rasanya ibumu, ayahmu atau adikmu yang mendengarkanmu bercerita dengan wajah berseri, bahagia dan penuh semangat tentang aktivitas dakwahmu hari ini diluar sana ??..Walaupun mereka mungkin tidak mengerti istilah yang kau gunakan...mereka tidak paham apa itu ’liqo’, apa itu ’murobbi’, apa itu ’mutarobbi’ atau apa itu ’syuro’ dan sebagainya...Tapi mereka bisa merasakan betapa bahagianya kau menikmati semua aktivitas itu melalui ceritamu...Mereka bisa merasakan kebahagiaanmu itu.....

Tidak hanya mengenalmu sebagai seorang aktivis yang berangkat pagi pulang petang tanpa tahu jelas apa aktivitasmu diluar sana...Yang mengeluh lelah dan butuh istirahat waktu pulang kerumah...

Tanpa kita sadari terkadang kita terlalu asyik dengan dunia kita sendiri, mencari dan merasakan kebahagiaan untuk diri kita sendiri.. menikmati kebahagiaan itu sendiri...Tanpa peduli apakah mereka sebenarnya ingin juga merasakan kebahagiaan yang kau rasakan luar sana ??...

Mulailah berbagi...walau hanya sekedar berbagi ’rasa bahagia’ itu...Biarkan mereka merasakan juga kebahagiaan dan kenikmatan yang kau rasakan di jalan ini... ..


Kotabumi, 4 Januari 2009/8 Muharam 1431 H
22.07

MEMBANGUN JEMBATAN KENANGAN 2009

Memintal peristiwa-peristiwa...Menderetkan kepingan waktu ke lembaran sejarah.....

Banyak sekali kisah dan sejarah di tahun 2009, tapi disni aku hanya ingn menuliskan sejarah yang paling menyejarah di tahun 2009 dalam sebuah episode perjalanan hidup…..

13 Januari 2009
Sebuah keputusan yang sampai saat ini akupun tak tahu apakah keputusan ini benar atau salah. Keputusan pertama yang kuambil dalam hidup untuk melepas sebuah kisah….Keputusan ‘bodoh’ atas sebuah keluguan dan kejujuran….. Ah sudahlah, aku pun sudah lupa… Terimakasih telah mengajarkan aku tentang rasa itu... Aku tak ingin mengingatmu lagi,, Burung liar nan indah yg tak henti mengajakku terbang keluar masuk belantara jingga.....Hingga membuat ringkih lonceng hatiku pun menjadi gugup berdentang karenanya......

10 Februari 2009
Akhirnya setelah melewati penelitian yang sangat ’complicated’ dan hampir menghabiskan waktu hampir 1 tahun, dan mampu membuat ’hari wisudaku’ mundur beberapa bulan dari waktu yang telah ditargetkan, hari ini aku berhasil mempresentasikan hasil penelitianku didepan dosen pembimbing, dosen pembahas dan teman2 dengan sukses....Tinggal 1 langkah lagi gelar akademik itu akan kuraih..

13 Februari 2009
Sapaan pertama setelah 1 bulan lamanya, tidak mudah…Tapi inilah bagian dari kisah itu. Ingin kulupa tapi kutahu kutakkan pernah bisa….Biarkan hanya menjadi sebuah kisah, dan menjadi bahan ’senyuman’ atau mungkin ’tertawaan’ suatu saat nanti ketika aku mengenangnya…Selamat datang kembali....

11 Maret 2009
Kumengawali hari ini dengan sejuta rasa... Ujian terakhir selama 4,5 tahun di kampus...Yups, hari ini ku ujian skripsi alias COMPRE. Berada dalam.ruangan dingin yang mampu membuatku berkeringat.. Sejak malam hingga pagi begitu banyak sms dari teman, saudara dan keluarga yang memberi semangat dan do’a, dan berkat semua itu serta karunia dariNya kudapat melaluinya dengan baik..

17 Maret 2009
Gabung dan buat akun di fesbuk..... halah gak penting ini...hehe... ;p

17 Juni 2009
Horee..aku Wisuda... ^_^. Akhirnya pake toga juga.... Harus senang ataukah sedih dalam pergantian status ini ?? Entahlah, yang aku tahu, aku senang hari ini, bisa mempersembahkan gelar ini kepada pahlawan dibalik setiap kesuksesan hidupku....Kedua orangtuaku...Dan yang bikin senang lagi, aku dapat hadiah dan bingkisan yang buanyaak, bunga yang buaanyak...Terimakasih ya teman2..I loph u pull...hehe...

8 Agustus 2009
Mulai belajar teori bisnis nih...membuat Resolusi ^_^... Jadwal 1 bulan full bakal bolak-balik Kobum-Balam..

15 Agustus 2009
Kehilangan salah seorang sahabat terbaik kami Muhammad Luthfi...Allah mengambilnya kembali dari kami, lewat kecelakaan lalu lintas malam ini. Seorang sahabat, saudara seperjuangan, teman berdebat, teman diskusi, dan tak sering juga menjadi teman ’berantem’. Teman yang sering kali memberikan motivasi dan inspirasi untuk menulis, memberikan semangat untuk tidak mengeluh, dan satu-satunya partner kerja yang pernah mengajakku syuro lewat sms, hingga tekor pulsa... :-).
Aah..terlalu banyak kenangan bersamamu sahabat...Semoga Allah menerima segala amalanMu, kau memberikan pelajaran berarti hari ini, bahwa kita semua akan kembali kepadaNya.

16 Agustus 2009
The first menginjakkan kaki di kota yang namanya Bekasi...Tapi bukan untuk liburan, tapi untuk mengantarkan kepergian saudara kami Alm.Luthfi. Hari ini semakin kusadar, kehidupan itu memang penuh dengan misteri…Termasuk hidupmu…Semua pasti punya cerita sendiri.. Biarkan ini menjadi episode dari sisi hidup mu, untuk menjadi pelajaran berharga dari rangkaian episode kehidupan kami..

Malamnya minep di DPC PKS Babelan Bekasi...4 akhwat tangguh punya cerita sendiri...eleh-eleh..he.. ^_^

17 Agustus 2009
Mengisi hari kemerdekaan di Menara Siger Lampung Selatan...’Mengambil Kesempatan dalam Kesempitan’ ^_^

8 September 2009
Innalillahi wa innailaihi rojiuun..Yayik dipanggil olehNya hari ini. Semoga Allah mengampuni semua dosa, menerima segala amal ibadahnya, dan menempatkannya di tempat yang terbaik disisiNya.. Semoga semangatmu senantiasa terwariskan buat kami...

13 September 2009
The last bolak-balik Kobum Balam....Teori sudah ditangan, sejuta mimpi tersimpan di kepala tinggal menunggu aksi...Resmi jadi warga KOBUM kembali hari ini...Kobuuum I’m comming...Tunggu gebrakan dariku...Jiiiaaah....hehe..

20 September 2009
IDUL FITRI 1430 Hijriah, hari yang paling membahagiakan, salah satunya karena ini saatnya kumpul bersama keluarga....Tapi lebaran tahun ini berbeda, dirumah berkurang satu personil yang kami sayangi, yayik –kakek-, biasanya setiap tahun beliau selalu menghabiskan malam takbiran bersama kami…Tapi hari lebaran tahun ini beliau ikut takbiran di kampung halaman seluruh umat manusia…

10 Oktober 2009
GOR Saburai menjadi saksi bisu berpuluh-puluh orang yang mencoba mengadu nasib disini. Wah, this is my first test loh..Tes CPNS BPOM. Baru kali ini merasakan persaingan begini dengan banyak orang..Katanya sih gak jauh beda rasanya dengan tes SPMB, tapi ku kan gak tau rasanya ikut SPMB wong
wkt masuk Unila lewat PKAB..he..

24 Oktober 2009
My second test di CPNS Deptan, bersaing dengan ratusan atau mungkin ribuan orang yang mempunyai harapan yang sama..Bertempat di Gedung Polinela Bandar Lampung berpuluh-puluh orang (*or ratusan mungkin*) mengikuti tes ini…Wuiih, rame euiy, lebih rame dari di BPOM..dan kebanyakan kenal lagi..dari orang yang dah lama tak bersua hingga orang yang bersua hampir tiap minggu…hehe….Lumayan seru lah pokoknya.. :-)

26 Oktober 2009
Pengumuman CPNS BPOM...My First Test........Oh, Ternyata dikau bukan yang pertama dan terakhir...!!! ^_^

1 November 2009
Pertemuan pertama dengan Murobbi yang baru di kota yang baru dengan rasa yang baru...pokoknya serba new lah hari ini... ^_^

29 November 2009
Tes CPNSD Lampung, tes pertama di daerah sendiri....Duduk tepat di depan pengawas, dengan badan yang lagi demam, flu, batuk, pilek…Wuaaah lengkap..plus soal2 yng bikin kepala tambah ‘mumet’.

2 Desember 2009
Hari milad ku.......Hohoho...tambah tua, tapi masih begini-begini aja.... Ckckck.... ;p

20 Desember 2009
Bisnis baru, gebrakan baru, mimpi baru.....Bismillah.... :-)

Rabu, 23 Desember 2009

KISAH KU DI CPNSD…..KEYAKINAN YANG TAK BERUJUNG.... ^_^

Pengumuman itu akhirnya mampu juga membuatku tak mampu menahan bendungan air bening dari sudut2 mata....Alhamdulilllah kali ini namanya nyelip lagi, nyelip tidak tercetak…hehe…
Oh no….NO.., tentu saja air itu jatuh bukan dengan alasan itu… Kuyakinkan air mata ini terlalu mahal untuk sekedar dikeluarkan untuk masalah PNS –duniawi sekali bukan-..
Air mata ini jatuh karena tak tahan melihat harapan kedua orangtuaku kali ini kandas lagi. Kulihat betapa inginnya mereka aku mendapatkan jabatan itu, aah padahal hanya sekedar mengharapkan status sosial..??..


Apa iya aku gak punya kapasitas untuk jadi PNS..??..soalnya dah 3x ikut tes –BPOM, DEPTAN, CPNSD- namanya belum tercetak juga.. Nasib...nasib...hehe...Hmm...kuyakin aku mampu, tapi dengan catatan aku MAU....Nanti ketika memang harus ikut tes lagi, agaknya yang harus keperbaiki adalah NIAT dan KESUNGGUHAN deh.... Memang sesuatu yang tidak dijalankan sepenuh hati hasilnya juga tidak akan mendapatkan HATI yang penuh... (*hehe...ngeles wae’:p )... ‘Allah mengikuti prasangka hambanya’, hari ini ku buktikan itu.....


Dari awal PNS bukanlah tujuan hidupku, begitu jauh mimpi ini kubawa tidak hanya sekedar untuk mendapatkan status sosial itu...Beribu kasus ‘kotornya’ sistem perekrutan sudah mampu membuatku hanya meninggalkan setitik harap disana. Segenggam harapan membangun peradaban itulah cita-citaku..Mungkin PNS adalah salah satu jalan, tapi masih ada 1000 jalan lain yang lebih baik...
Kuingin membahagiakan mereka –orangtuaku- dengan cara yang lain, dengan cara yang lebih baik, dan ku yakin aku bisa...Ku kan buktikan pada mereka dan dunia bahwa ‘jalan lain’ itu justru jauh lebih indah dan barokah.... *ceritanya lagi semangat ini* ^_^


Kegagalan hari ini merupakan tanda ada yang lebih baik yang akan Allah berikan..Tugas kita hanya berusaha dan berdoa, selanjutnya skenario Allah lah yang berjalan.....Hayolah semangat, LIFE MUST GO ON...Masih ada seribu jalan menuju Roma (*walaupun gk pernah punya cita2 pergi ke Roma* ^_^)...


Kotabumi, 22 Desember 2009 / 5 Muharram 1431 H
7;49 di ruang peradaban....

MOTHER YOU'RE MY BEST MOTIVATOR....


M=Motivator,,     

O=Onlyone,,

 T=TenderLove,, 

H=Heartiest,, 

E=Exceptional,, 

R=Responsibilities..... 

 

Selamat hari ibu...Say Love for your MOTHER .........

                                               
Kasihnya Ibu...
Tulus sejati seperti Rasul
Taatnya pada Ilahi
Ikhlas, tulus, kekal, abadi...
Kasih yang tak dpt ditukar ganti

Sedari kecil, hingga dewasa
Ibu menjaga, membelai penuh manja
Tabah, tanpa merasa lelah
Karena kewajiban dan amanah

Kini... engkau telah dewasa
Hati Ibu mesti di jaga
Jangan jadi anak durhaka
Kasihnya Ibu membawa ke Syurga

Jikalau Ibu telah tiada
Kirimkan do'a janganlah kita lupa
Hanya itu saja caranya
Untuk membalas jasa Ibunda
-NASYID-

Kamis, 17 Desember 2009

BELAJAR DARI DUA PENGUSAHA BERSAHAJA..

Sekitar empat bulan terakhir saya diberi kesempatan untuk banyak berinteraksi dengan beberapa pengusaha. Bermula dari keikutsertaan saya dalam Universal Enterprise, kemudian banyak mengenal banyak karakter dan pola pikir beberapa tentor disana. Sejak awal, yang ada di benak saya para pengusaha itu adalah orang2 hebat, orang2 sukses –dlm parameter duniawi-, orang2 yang berani mengambil resiko dan pekerja keras, bermobil mewah, mempunyai rumah besar dan luas, dan anak2 dengan pendidikan terjamin... Kondisi yang sangat ideal bukan??. Dan kebanyakan memang seperti itu adanya yang kita lihat. Banyak sekali ilmu yang bisa kudapatkan disana, dari bagaimana mereka memulai usaha, mengalami kegagalan hingga merasakan kesuksesan seperti sekarang. Kagum melihat mereka, semangatnya itu luar biasa..Proses ’cuci otak’ nampaknya berhasil diterapkan pada diriku...hehe...

Suatu ketika saya diberi kesempatan untuk silaturahim ke rumah salah seorang Bapak –kita sebut saja namanya Bapak X-. Beliau adalah seorang pengusaha di Lampung, bergerak di bidang kuliner, dan mempunyai omset perbulan diatas 50 juta, apalagi jika menjelang perayaan hari-hari besar omset bisa mencapai 100 juta ke atas karena pemesanan pada produk yang ia jual pasti akan meningkat tajam. Sepanjang perjalanan yang ada di benakku adalah rumah besar yang akan kami kunjungi, mungkin dengan beberapa kendaraan yang sedang parkir di halaman, karena jika dilihat dari omset penjualan bukan hal yang mustahil Bapak ini memiliki kapasitas kekayaan seperti ini. Dengan bermodal alamat rumah yang dikirim via sms kami mencoba menemukan rumah sang Bapak. Hingga berhentilah kami di depan gang sempit sesuai dengan alamat yang ditunjukkan sang Bapak melalui sms itu.. Hmmm, awalnya tampak ragu masuk ke gang sempit itu, tapi nampaknya ini memang alamat yang benar..Menyusuri beberapa rumah, seraya memperhatikan nomor-nomor rumah di sepanjang gang itu, hingga kami menemukan nomor rumah yang kami cari.. Teman ku sempat bertanya sebelum kami menghampiri rumah itu ’Bener kan ini rumahnya??’, tanyanya ragu......Ku lihat kembali layar hp ku, ’bener kok, sesuai dengan yang ada di sms’. Kemudian kami mengetuk pintu hingga ada seorang ibu membukakannya, ’Assalamualaikum, maaf bu, Benar ini rumahnya Bapak X??, Bapaknya ada??’ tanya saya. ‘Iya bener, ini mb Evi yang dari Unila itu ya??, Tapi Bapak lagi keluar, tadi titip pesan kalau mbak datang disuruh masuk saja dan langsung ke ruang produksi’ jawabnya..Aku tersenyum.. Alhamdulillah berarti kita gak salah rumah... ;0

Kami melangkah masuk ke dalam rumah itu, melewati ruang tamu, ruang keluarga dan ruang makan, tak ada satupun barang mewah disana..Sederhana...bahkan bisa kubilang sederhana sekali. Yang terlihat adalah tumpukkan kardus dan barang-barang yang berkenaan dengan usaha sang Bapak. Hingga kami masuk ke sebuah ruangan yang disebut ‘ruang produksi’ oleh sang Ibu.. Ruangan yang tidak seberapa besar, tapi tahukah berapa orang disana ??, Ada sekitar 12 orang ibu2 yang sedang bekerja... Sambil menunggu sang Bapak datang kami terkesima melihat kegiatan disana, ternyata dari ruang sekecil ini’peradaban’ itu bisa bermula, berhasil menghidupi beberapa karyawan dan menyerap pengangguran. Dari info yang kami dapat disana kurang lebih ada 25 orang karyawan, dan jika pesanan sedang banyak karyawan bisa mencapai 35-40 orang dengan gaji Rp300-550rb/bulan. Lagi-lagi tak ada barang mewah disana, dan rumahnya pun tidak lebih dari rumah seorang PNS yang berpenghasilan Rp.2 juta / bulannya... ^_^


Kesempatan kedua berselang sekitar dua bulan dari kunjungan pertama, kali ini silturahim ke rumah seorang pengusaha Agribisnis, tapi juga punya seabrek kegiatan lainnya..Kali ini kita sebut saja Bapak Y...Beliau pemilik sekaligus terapis klinik akupuntur, malam hari beliau kerja di sebuah apotik ternama di B.Lampung. Dan memiliki sebuah usaha Agribisnis di rumahnya. Oh ya, beliau juga seorang HRD di sebuah perusahaan import rempah2 di dekat rumahnya...-gak kebayang kan gmna cara bagi waktunya??. Kali ini kami mengunjungi rumahnya dengan ikut serta dalam mobilnya, -jadi gak perlu cari2 lagi-. Dari performa, dan mobilnya bisa terlihat kesejahteraan secara materi yang dimilikinya. Beliau sangat ramah dan tak sungkan berbagi ilmu apa saja tentang usahanya. Disepanjang perjalanan beberapa kali ia mengangkat telepon, menerima pesanan dari produk agribisnisnya.. Kita yang di dalam mobil hanya bisa saling tatap, Subhanallah...gak kebayang deh berapa omzet yang ia dapat dalam sekali pemesanan.. Inspiring...Luar Biasa...Tak ayal sepanjang perjalanan yang ada di benakku saat itu adalah kami pasti akan mengunjungi sebuah rumah besar, yah seperti rumah para pejabat dan pengusaha layaknya... Setibanya di rumahnya, ternyata kali ini perkiraan saya salah lagi... Rumahnya cukup sederhana, kecil, dan biasa saja...Lagi-lagi tak ada barang mewah disana...Hanya saja pada bagian belakang rumahnya ada beberapa ruangan dan halaman luas yang ia jadikan tempat usahanya. Dan disinilah hartanya tersimpan, bukan dalam bentuk barang tapi dalam bentuk investasi jangka panjang.... Great Ispiring....

Tulisan ini bertujuan agar kita bisa mengambil hikmah dari pengalaman dan kondisi hidup mereka. Betapa banyak orang-orang yang ‘berlagak’ kaya,membusungkan dada dan mengangkat kepala padahal tidak memiliki apa-apa, atau bahkan harta yang mereka dapatkan hasil dari penipuan –korupsi dkk-. Dua orang pengusaha diatas adalah salah dua dari beribu pengusaha sukses yang unik..Kenapa saya bilang unik??, karena dari beberapa pengusaha yang sempat saya kenal mereka memiliki kepribadian yang sangat bersahaja. Ada beberapa kata yang sempat terlontar dari mereka kepada kami dan itu masih saya ingat hingga saat ini ‘Semua ini hanya pinjaman, dan pinjaman itu pasti akan dikembalikan.. Saya sudah merasa cukup dan bersyukur dengan apa yang ada pada saya saat ini..Saya sudah merasa puas makan dengan ‘HASIL TANGAN’ saya sendiri. Dan jika Ia mau mengambilnya suatu saat maka saya tidak akan terlalu kaget karenanya...Bukankah saya masih memiliki tangan??’

Semoga saya dan kita semua bisa mencontoh mereka, menggunakan tangan sendiri untuk meraih mimpi....dan mengajak tangan-tangan baru untuk bersama meraih mimpi...
Bukan dibawah tangan orang lain, juga tidak untuk berada diatas tangan orang lain.
Tapi tangan ini, untuk menggenggam erat tangan yang lain...... ^_^

Kotabumi,18 Desember 2009 / 1 Muharram 1431 H
11 ; 14 WIB

Optimisme Tahun Baru Hijriyah 1431 H

Dengan pergantian waktu setahun, menunjukkan bahwa umur kita bertambah
satu tahun, tetapi kesempatan hidup kita di dunia telah berkurang pula
satu tahun, yang berarti semakin jauh kita dari kelahiran dan semakin
dekat kita kepada kematian.

Secara historis, hijrah adalah peristiwa keberangkatan nabi besar Muhammad
s.a.w.
dan para sahabatnya dari kota Makkah menuju kota Yathrib, yang
kemudian disebut al-Madinah al-Munawwarah.
Dalam konteks sekarang ini, pemaknaan hijrah tentu bukan selalu harus
identik dengan meninggalkan kampung halaman seperti yang dilakukan oleh
Rasulullah s.a.w. dan kaum muhajirin,.
Dalam sebuah riwayat dikisahkan, ada seorang yang mendatangi Rasulullah
dan berkata: wahai Rasulullah,saya baru saja mengunjungi kaum yang
berpendapat bahwa hijrah telah telah berakhir,

Rasulullah bersabda:”Sesungguhnya hijrah itu tidak ada hentinya, sehingga terhentinya
taubat, dan taubat itu tidak ada hentinya sehingga matahari terbit dari
sebelah barat
”.

Mari kita jadikan peralihan tahun sebagai momen untuk melihat kembali
catatan yang mewarnai perjalanan hidup masa lalu, dengan melakukan
renungan atas apa yang telah kita perbuat. Kita gunakan kesempatan ini
untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas hidup di dunia dan akhirat
kelak, dengan bercermin kepada nilai-nilai dan semangat hijrah dalam
kehidupan beragama dan bermasyarakat, karena sesungguhnya Allah menjadikan
pergantian siang dan malam untuk dijadikan pelajaran dan mengungkapkan
rasa syukur, sebagaimana firman-Nya dalam surat al-Furqan:62:

Dan Dia (pula) yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi orang
yang ingin mengambil pelajaran atau orang yang ingin bersyukur
. ”

Rabu, 09 Desember 2009

ANTARA TITIK DAN KOMA



Terlewat jarak, sejauh waktu yang jatuh..
Melepas sejuta kenangan serapuh gaduh
Ranting pun gemertak patah ketika mengingat itu..
Mengguncang separuh jiwa yang kosong karena ngilu..
ketika jejak langkah menyatukan separuh jiwa itu,
lalu membumikan yang tak pernah dimengerti....
Sebuah masa lalu yang tak ingin kuulangi lagi......

Selasa, 01 Desember 2009

EDISI MILAD KOE...^_^





REALITA MERUPAKAN EPISODE HIDUP YANG HARUS KUJALANI DAN JADIKANLAH HIDUP LEBIH BERMAKNA DI USIA YANG BARU INI...

Pagi ini ku kembali terjaga. Kembali menghirup segarnya udara kehidupan. Dia masih memberikan kesempatan untuk kembali berjumpa dengan orang-orang yang ku cintai dan segala hal yang selalu membuat degupan jantung kerinduan ini berdetak begitu kencangnya.

Dengan Rahmat~Nya, Dia masih memberi kesempatan. Kesempatan untuk melihat sejenak ke belakang. Untuk melihat hal apa saja yang dirasa kurang dan senantiasa perlu untuk terus dibenahi.

Mungkin kemarin mata ini tak terjaga. Tidak pula lidah, pikiran dan juga hati. Banyak gerak yang ternyata masih jauh dari nilai yang berarti. Meski begitu, kini Dia masih menganugerahkan hari baru untuk kembali.

Banyak sudah yang dilalui...
Bahagia.. sedih.. menangis.. tertawa.. prestasi.. tumbang.. bangkit.. jatuh cinta.. patah hati..

Sebuah proses mencari arti hidup...

Sampai detik ini...

Begitu cepat masa berlalu, umpama air tenang lalu meniti tirai-tirai dedaun yang sedang mekar menghias taman… semoga Allah merahmati diriku, panjangkan umurku, murahkan rezekiku, dan matikan aku dalam nikmat Islam dan Iman, Amiin…
Hari ini, tanggal 02, bulan 12, tahun 09.
Sebuah ucapan untuk….... diriku sendiri (hihi..)
dan juga semua orang yang memiliki tanggal dan bulan lahir sama...

Awan berarak ceria tiada titisan hujan,
Pohon melambai tanda sokongan,
Kususuri perjalanan bertemankan senyuman,
Di hari lahirmu sahabatku,
Dedaun berguguran,
Membuktikan kedewasaan,
Walau tanpa madah dan hadiah,
Namun cukup untukmu sekadar ucapan…
Usiamu ibarat mutiara,
Tiada berganti lagi,
Hiaskan iman bersulam taqwa,
Agar sempat menuju haruman syurgawi,
Selamat Hari Lahir,
Iringan doa kuhulur,
Bersyukur kepada-Nya,
Atas nikmat usia.

(Dendang sebuah nasyid, tapi lupa siapa yang poenya ni lagu...klw gak salah sih HIJJAZ..He...)


Saat ini mungkin hari-hari terbaik bagiku untuk melihat jalan ke depan. Jalan yang entah seperti apa telah Engkau lukiskan untukku. Aku tak punya kata-kata tentang apa yang terjadi pada hidupku kelak. Tapi aku punya tangan-tangan yang terus mengais rizkiMu dan aku punya mimpi yang akan terus aku wujudkan.

Mungkin masih ada jalan untukku terbentang terang. Dan aku harap masih ada orang-orang baik yang mau memberiku uluran semangat yang kelak akan ku gunakan demi bekalku nanti..

Semoga setiap bingkai kata dan binar mataku senantiasa menghadirkan harap pada ketenangan. Dan semoga tangkai-tangkai iman di pematang jiwaku, selalu hadir bersemi dan kelak menuaikan ketaqwaan. Dan semoga diri terbimbing untuk semakin berbakti pada orangtuaku tercinta dan mengharum menyebarkan wangi persaudaraan pada orang-orang yang kucintai. Padamu Allah senantiasa ku berharap

Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu agar menumbuhkan rasa cinta kepada-Mu dalam dadaku, kecintaan terhadap orang yang mencintai-Mu, dan kecintaan terhadap amal yang mendekatkan aku kepada cinta-Mu. Dan semoga shalawat serta salam selalu tercurah kepada junjungan Rasulullah SAW, keluarga, dan para sahabat serta umatnya yang tetap istiqomah hingga akhir nanti.

Ya Allah ya Tuhanku, puji dan syukur aku sampaikan kehadirat-Mu, atas segala nikmat dan rahmat yang telah Engkau limpahkan kepadaku. Nikmat dan rahmat yang begitu banyak sehingga aku tidak bisa menghitung berapa jumlah dan harganya nikmat-Mu itu..
Ya Allah, jadikanlah umurku yang masih bersisa ini untuk bernilai disisiMu. Janganlah dibiarkan aku menyiakan umur ku ini..dan sudilah kiranya untuk meletakkan namaku ini dalam senarai penghuni syurgaMu...aminn.

“Ya Allah, jadikanlah kebaikan itu pada penghujung umurku. Ya Allah jadikanlah kesudahan amalku itu adalah ridho-Mu. Ya Allah jadikanlah saat yang terbaik bagiku adalah ketika aku menemui-Mu.”(HR. Thabrani)

“Hasibu anfusakum kobla antuhasabu” (Hisablah dirimu sebelum dirimu di hisab) {Umar bin Khatab}

Kotabumi, 2 Desember 2009 / 13 Dzulhijjah 1430 H

Mencoba memaknai arti dari ’HARI LAHIR’

Pertama, hari lahir berarti beban tanggung jawab yang semakin besar, tidak seperti anak-anak lagi yang selalu bergantung pada orang tua, yang remaja mulai memikirkan masa depan mereka, dan yang sudah dewasa mulai mempersiapkan diri pada kehidupan mandiri. (Aku masuk yg mana ya..he..). Yang jelas bertambahnya usia berarti beban tanggung jawab yang semakin besar, tidak boleh lagi bermanja-manja ria dengan segala aktivitas kesenangan tetapi sudah mulai belajar bertanggung jawab dengan semua amanah yang diberikan, baik itu amanah dari orang tua, maupun dari masyarakat.

Kedua, kematian yang semakin dekat. Usia kita yang bertambah bukan berarati kita telah bertambah usia hidup di dunia, tetapi justru semakin umur yang diberikan Alloh itu semakin berkurang. Tidak tahu kapan Dia akan memanggil hamba-Nya, yang perlu kita siapkan adalah kebermaknaan diri kita dalam kehidupan ini.

Ketiga, hari lahir adalah hari perjuangan penciptaan manusia. “…Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur- angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (adapula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya…” (QS Al-Hajj (22): 5).
Hari kelahiran itu juga merupakan hari perjuangan seorang ibu yang dengan cintanya berjuang untuk kelahiran anaknya, kemudian sebuah perjuangan seorang ayah yang berdo’a untuk istri dan anaknya. Sebuah perjalanan proses penciptaan manusia. I love you...my Mom n My Dad... .Ya Allah berikan hamba kesempatan untuk senantiasa berbakti dan membahagiakan mereka…

Yang keempat, memahami tugas di bumi ini sebagai khalifah dan untuk beribadah kepada Alloh SWT. Semestinya semua perbuatan merupakan sebuah energi dan manifestasi kebaikan untuk semesta alam dan seisinya. Bukan pembawa keburukan yang merugikan. Wahai diri pahamilah kembali di ulang hari lahir itu manfaat apa saja yang telah kau berikan untuk semesta alam dan seisinya.

Robbi…
Betapa, sudah selayaknya kami menjawab kasih sayang~Mu dengan perbuatan terpuji..
Masa lalu adalah sejarah
Masa depan adalah misteri
dan hari ini adalah kanvas hadiah yang indah dari~Nya
* * *
Lukis kanvas hadiah itu dengan gambar dan warna terindah yang engkau punya dan semampu yang engkau bisa lakukan sambil bermohon petunjuk dari~Nya *

DALAM SISA WAKTU….

365 hari di usia ini akan segera berlalu dan berganti dengan 365 hari di usia yang baru. Waktu terus berlalu. Dan begitu banyak pula hal-hal yang telah terukir disepanjang hari-hari yang berlalu itu. Tidak semua hari-hari itu dilalui dengan senyum, tawa dan canda, melainkan juga terisi dengan berbagai peristiwa memilukan, mengharukan atau bahkan mengetuk nurani yang akhirnya membangunkan dan menyadarkan diri.
Teringat kisah seorang sholeh bernama Ibnu Simmah yang telah berusia 60 tahun. Ia begitu terkejut menghitung hari-hari yang telah ia lewati sepanjang hidupnya, yang ternyata telah ia lewati lebih dari 21.500 hari. Ia pun berteriak dan berkata, “Saya harus bertemu Allah dengan 21.000 dosa? Bagaimana jika saya melakukan 1000 dosa setiap hari?
Hari-hari yang akan dilalui kini adalah sarana perjuangan. Sarana untuk meletakkan segala sesuatu sesuai tempatnya serta jalan yang akan dilewati dengan iringan suka dan duka. Tak ayal akan didapati bahwa harapan terkadang tidak berkesesuaian dengan kenyataan dan ujian pasti akan menghadang.
Semoga setiap anugerah hari yang diberikan oleh-Nya, semakin membuat diri tersadar dan bersabar, bahwa diri ini adalah kecil dan senantiasa membutuhkan pertolongan dari-Nya. Semoga setiap waktu yang diberikan-Nya, semakin menumbuhkan kesadaran dan kekuatan untuk senantiasa memperbaiki diri dari hari ke hari...
Ya Allah,
Dalam sisa-sisa usia kami
Bantulah kami untuk menuju kepada-Mu
Dengan sebaik-baik jalan yang kami tempuh
Yang teriring bersama taubat dan kesungguhan
Dalam perbaikan dzikir, syukur dan segala amal…

Kotabumi, 1 Desember 2009 / 12 Dzulhijjah 1430 H
03;18 pm

Senin, 30 November 2009

INILAH DUNIA....

Kau telah lepas dari pangkuan ibumu dan genggaman erat ayahmu
Kini kau berada di dunia nyata dimana semua menantang kemandirianmu
Selamat datang di DUNIA NYATA, DUNIA SEBENARNYA....
Tidak cocok bagi orang2 yang manja dan tidak pantas untuk orang2 yang malas

Benturan yang kau kan temui sangat keras,
Jika kau tak mampu bertahan maka kau akan hancur perlahan
Terpaan anginnya begitu kencang, jika kau tak kokoh maka kau kan segera roboh
Persaingan hidup begitu dasyat, tak ayal kan kau temui beberapa kanibal berwajah malaikat

Biarkan mereka menggunakan topengnya, tapi kau jangan ikuti mereka
Biarkan wajahmu tetap telanjang dengan kepolosan, kejujuran dan kedermawanan
Buat dirimu berbeda, meski mereka memaksa...
Dan yakinkan dirimu bahwa kau kan menuai apa yang tak bs mereka tuai..

Teruslah berjalan dengan bekal keimanan yang ada
Meski tertatih atau terkadang berkurang drastis, tapi jangan sekali-kali kau tinggalkan ia
Karena jika ia tak kau bawa, maka musnahlah segala cita
Dan kau kan menjelma SAMA seperti mereka..

Janganlah kau mengorbankan CITRAMU
Karena takkan ada gunanya bagimu..

Sumber inspirasi ; perekrutan CPNS ;p

Kotabumi, 18 November 2009
11;33 pm

Selasa, 10 November 2009

BROWNIES PERTAMAKU…..

Mungkin tidak ada yang special dari sebuah Brownies, selain rasa coklat dan kelembutannya...Tapi brownies kali ini terasa spesial, mau tau kenapa?? karena prosesnya spesial...hehe..
Lalu dimana spesialnya??....-ya sabar dunk-

Pertama, ini kue pertama dengan resep dapet ’nemu’ gak sengaja
(*kagak usah dicerita’in ya coz ceritanya panjaaaang...he *)

Kedua, terasa spesial karena ini kue pertama yang prosesnya ASLI.. Maksudnya??..Yaa..asli buatanku sendiri, dari searching bahan2nya, buat adonannya, masaknya, nyuci piring n alat2nya sampe pemotretannya sendiri loh..he...Tapi makannya??, nah kalau yg ini gak sendiri dunk, kan harus berbagi –lagian kagak mampu lah kalau di sikat sendiri- . Intinya ini kue pertama dimana aku jadi peran utama(*biasanya cuma jadi peran pembantu*) :D

Ketiga, ini kue pertama yang paling cepet abisnya...alias laris manis..hahay....mantabbb lah...

Keempat, rasanya maniez, lembut, ok bangetz (*kayak yg buat hehe..*)....padahal kue pertama loh, tp alhamdulillah bs sukses...hebat...hebat...

Kelima, kue ini menunjukkan kalau ternyata aku juga bisa buat kue (*gak penting banget :p*)....

Keenam, Hmmmm....apalagi ya??..oya...kue ini juga pertanda bahwa aku bisa melanjutkan ke ‘tahap’ berikutnya...maksudnya??..heuheuheu...terlalu privasi ;)

Siiplah, so hayuu terus belajar...... ^_^

Kotabumi, 11 November 2009
09.50 am



Minggu, 08 November 2009

Kisahku 7 hari yang Lalu ( diary seorang Hamba? )


Ini adalah sebuah rentetan hari2 yang dilalui seorang hamba,,,hari2 yang penuh dengan kelalaian,,

apakah seperti ini potret hari2 kita ???..

Hari per-1,

tahajudku tetinggal

Dan aku begitu sibuk akan duniaku
Hingga zuhurku, kuselesaikan saat ashar mulai memanggil
Dan sorenya kulewati saja masjid yang mengumandangkan azan magrib
Dengan niat kulakukan bersama isya itupun terlaksana setelah acara
tv selesai.....

Hari ke-2,
tahajudku tertinggal lagi

Dan hal yang sama aku lakukan sebagaimana hari pertama,

Hari ke-3,
aku lalai lagi akan tahujudku Temanku memberi hadiah novel best seller yang lebih dr 200 hlmn. Dalam waktu tidak 1 hari aku telah selesai membacanya

Tapi... enggan sekali aku membaca Al-qur'an walau cuma 1 juzz Al-qur'an yg 114 surat, hanya 1,2 surat yang kuhapal itupun dengan terbata-bata
Tapi... ketika temanku bertanya ttg novel tadi betapa mudah dan
lancarnya aku menceritakan

Hari ke-4,
kembali aku lalai lagi akan tahajudku Sorenya aku datang ke Selatan Jakarta dengan niat mengaji Tapi kubiarkan ustazdku yang sedang mengajarkan kebaikan lebih luas tentang agamaku, Aku lebih suka mencari bahan obrolan dengan teman yg ada disamping kiri & kananku Padahal bada magrib tadi betapa sulitnya aku merangkai Kata-kata untuk kupanjatkan saat berdoa..

Hari ke-5,
kembali aku lupa akan tahajudku Kupilih shaf paling belakang dan aku mengeluh saat imam sholat jum'at kelamaan bacaannya. Padahal betapa dekat jaraknya aku dengan televisi dan betapa nikmat,serunya saat perpanjangan waktu sepak bola favoritku tadi malam..

Hari ke-6,
aku semakin lupa akan tahajudku, Kuhabiskan waktu di mall & bioskop bersama teman2ku Demi memuaskan nafsu mata & perutku sampai puluhan ribu tak terasa keluar Aku lupa.. waktu diperempatan lampu merah tadi Saat wanita tua mengetuk kaca mobilku Hanya uang dua ratus rupiah kuberikan itupun tanpa menoleh..

Hari ke-7,
bukan hanya tahajudku tapi shubuhkupun tertinggal Aku bermalas2an ditempat tidurku menghabiskan waktu Selang beberapa saat dihari ke-7 itu juga Aku tersentak kaget mendengar khabar temanku kini Telah terbungkus kain kafan padahal baru tadi malam aku bersamanya & ¾ malam tadi dia dengan misscallnya mengingat aku ttg tahajud.. !!!

kematian kenapa aku baru gemetar mendengarnya? Padahal dari dulu sayap2nya selalu mengelilingiku dan Dia bisa hinggap kapanpun dia mau

¼ abad lebih aku lalai....
Dari hari ke hari,
bulan dan tahun Yang wajib jarang aku lakukan apalagi yang sunah


Tuhan andai ini merupakan satu titik hidayah Walaupun imanku belum seujung kuku hitam'''
Aku hanya ingin detik ini hingga nafasku yang saat nanti tersisa Tahajud dan sholatku meninggalkan bekas Saat aku melipat sajadahku.....
Amin....


Pesan sponsor :ada sebuah nasihat yg mungkin bisa kita renungkan,,,," CukupLah KEMATIAN menjadi Pelajaran ",,,,,

Selasa, 03 November 2009

UPIN DAN IPIN


Film yang mampu mengobati kerinduan para penggemar kartun dan tayangan khusus anak-anak yang bermanfaat. Ditengah hilangnya ’karakter’ anak-anak pada sebagian program yang ’katanya’ dikhusukan untuk anak-anak –pesertanya anak-anak--. Tentunya banyak orang tak ayal berdecak miris ketika melihat tayanga anak-anak disebagian besar program TV di Indonesia. Program anak-anak tapi kehilangan idenditas masa2 yang menyenangkan itu. Kadang kasian melihat artis anak-anak itu, mereka dipaksa untuk menjadi lebih dewasa dari umur mereka sendiri, tidak bisa menikmati masa anak-anak mereka seperti anak-anak di Desa...Ah aku bersyukur karena ku masih sempat mencoba permainan loncat tali, kelereng, taplak, congklak dan mainan anak2 desa di masa kecilku...Sungguh membahagiakan bukan.

Back to pembahasan Upin dan Ipin...Pertama kali kenal lewat flasdisk seorang teman.. (copas-tp dah izin kok..he)..Beberapa episode tentang puasa. Kesan pertama nonton film ini salut dah ama yang buat, film ini mampu menampilkan karakter anak-anak yang tidak dibuat-buat..Polos, lugu dan memang itulah dunia anak-anak..Dua anak sholeh yang tidak memiliki orang tua lagi, diasuh oleh kakak dan neneknya –k’Ros dan Opa-. Dengan sikap dan bahasa anak-anak. I very very like it....;0

Banyak hikmah dan pelajaran yang diambil dari film ini, tidak terkesan menggurui, tapi melalui sikap dan pelajaran yang diperankan oleh kedua bocah animasi dalam film ini. Karakter anak yang sholeh, patuh namun tetap dengan karakter kenakalan yang menjadi ciri khas kanak-kanak mampu ditampilkan secara alami

Tak ayal beberapa minggu film ini menjadi pembahasan dan tontonan kalau lagi pada ngumpul di sekret dan teman2 di kampus. Ternyata semua pada suka jg loh...Sangking senengnya sampe ada yang nyeletuk ’Klw punya anak nanti, pengen sesoleh Upin dan Ipin’, dan yang lain serempak menjawa ’betul...betul...betul...’... hahaha... ;D

Kotabumi, 1 Oktober 2009
8;44 pm



Jumat, 30 Oktober 2009

JEPANG


Banyak orang tertarik dengan negara Jepang dan ingin pergi ke Jepang, termasuk diriku..hehe...Tapi kenapa ya? Semua pasti punya alasan yang berbeda.. Kecanggihan teknologi dan kemajuan ekonomi yang menjadikan Jepang sebagai salah satu negara terkaya di dunia namun tetap mempertahankan merubah indahnya tradisi yang melekat di kebudayaannya..Salah satunya di bangunan-bangunan tradisional ala Jepang. Selain itu Jepang juga memiliki rempah2 yang terbatas tapi mampu mengolahnya dan berkreasi menjadi makanan yang beraneka ragam.Coba deh liat, di berbagai negara pasti ada yang namanya restoran masakan Jepang, punya Trade mark sendiri..keren ya..
Tapi sebelum ke Jepang, harus tahu dulu ttg jepang dunk...Oleh karena itu beberapa hari yang lalu coba browsing tentang Jepang, n coba di bagi disini...Yuuk mari kita kenalan sedikit ttg Jepang... tapi baru sebatas rumah, makanan, dan pakaian :

RUMAH
Rumah tradisional Jepang dibuat dari kayu dan ditunjang tiang-tiang kayu. Namun dewasa ini rumah Jepang biasanya mempunyai kamar-kamar bergaya Barat dengan lantai kayu dan kerap dibangun dengan tiang-tiang baja. Lagi pula, makin banyak keluarga di kawasan perkotaan tinggal di gedung-gedung apartemen baja beton yang besar.

Ada dua perbedaan besar dengan rumah Barat, yakni orang tidak mengenakan sepatu di dalam rumah dan setidaknya ada satu ruang yang cenderung dirancang dalam gaya Jepang, berlantaikan tatami. Orang melepaskan sepatu begitu memasuki rumah agar lantai rumah tetap bersih. Genkan, jalan masuk, merupakan tempat untuk melepaskan sepatu, meletakkannya, dan mengenakannya kembali. Setelah melepaskan sepatu, orang Jepang mengenakan sandal rumah.
Tatami adalah sejenis tikar tebal yang dibuat dari jerami, sudah dipakai di rumah Jepang sejak sekitar 600 tahun yang lalu. Sehelai tatami biasanya berukuran 1,91 x 0,95 meter. Ukuran ruang/kamar biasanya didasarkan pada jumlah tatami. Lantai tatami terasa sejuk pada musim panas dan hangat pada musim dingin, dan tetap lebih segar daripada karpet selama bulan-bulan lembab di Jepang.

MAKANAN
Istilah untuk makan dalam bahasa Jepang adalah gohan. Kata ini sebenarnya menunjukkan nasi, tapi karena nasi merupakan makanan pokok bagi orang Jepang, maka gohan sudah diartikan sebagai nasi dengan lauk pauknya. Makan tradisional Jepang terdiri dari semangkuk nasi putih, dengan lauk utama (ikan atau daging), lauk pelengkap (biasanya sayuran), sup (biasanya sup miso), dan acar sayur. Nasi Jepang lengket (seperti ketan), sehingga cocok untuk dimakan dengan sumpit.
Sushi, tempura, sukiyaki, dan jenis-jenis makanan Jepang yang terkenal di dunia, tentu saja juga populer di Jepang.
Di kota-kota besar, khususnya, terdapat banyak restoran cepat-saji yang menyediakan burger dan fried chicken, yang populer terutama di kalangan muda dan anak-anak.
Sebelum makan, orang Jepang mengucapkan “itadakimasu“, ungkapan sopan yang berarti “Saya terima makanan ini.” Hal ini merupakan pernyataan terima kasih kepada siapa pun yang telah terlibat dalam menyiapkan makanan tersebut. Setelah makan, orang Jepang menyatakan terima kasih lagi dengan menyebutkan “gochisosama deshita“, yang secara harfiah berarti “Terima kasih atas hidangan mewah yang lezat dan berlimpah.”

PAKAIAN
Pakaian tradisional Jepang adalah kimono. Pada umumnya kimono dibuat dari sutera, berlengan besar yang menjulai dari bahu hingga ke tumit. Obi adalah ikat pinggang lebar kimono. Dewasa ini kimono biasanya hanya dikenakan pada kesempatan-kesempatan khusus saja, seperti Tahun Baru, festival Shichi-Go-San, upacara pernikahan, dan upacara wisuda.

Dibandingkan dengan pakaian Barat, kimono cenderung membatasi gerak dan diperlukan lebih banyak waktu untuk mengenakannya dengan baik. Sedangkan pada musim panas, anak-anak dan orang dewasa muda mengenakan jenis kimono ringan informal yang dikenal sebagai yukata di festival, pesta kembang-api, serta berbagai kesempatan khusus lainnya. Namun dalam kehidupan sehari-hari, orang muda cenderung lebih suka mengenakan pakaian yang memudahkannya bergerak, seperti kaos, celana jeans, kaos polo, dan sweat suits.


BERAWAL DARI FACEBOOK BARUKU…


Judul diatas kayak lagunya Gigi ya??..tapi kisah kali ini berbeda dengan kisah yang ada dalam lagu ini. Ini kisahku dengan sebuah jejaring sosial yang aku ikuti..Sebuah fenomena facebook. Berawal dari rasa penasaran dengan sesuatu yang bernama ”Facebook” yang kerap santer mampir di telinga baik dari koran, majalah atau teman..Akhirnya kucoba buka www.facebook.com, trus sign up dan jadilah account fesbuk itu..

Melihat tampilan awal gak mudeng ini apaan n gunanya untuk apa. Lambat laun akhirnya ku tahu caranya n gunanya untuk apa. Diawal masih sepi teman, karena aku termasuk sabbiqunal awwalun (para pendahulu_maaf diplesetin kta2ny...hehe..) di dunia maya ini. Lalu muncullah orang-orang menjadi teman baik yang sudah kenal, baru kenal, atau tidak kenal sama sekali sebelumnya. Komentar dan mengomentari yah itulah yang terjadi di dunia facebook. Bertemu dengan temen2 SMP, SMA dan kuliah di situs jejaring social ini...aah senangnya, kesempatan untuk mengenang memori masa lalu, merajut kembali silaturahim yang telah lama terputus.

Diawal kumengamati beberapa teman yang asyiknya berdiskusi, ngobrol, etc begitu senangnya. Terkadang obrolan dan kata2 mereka tak jarang membuatku tersenyum bahkan kadang tertawa. Lalu kumulai perlahan masuk dalam diskusi dan obrolan2 panjang mereka, mulai menulis status dan dikomentari atau sebaliknya. Awalnya semua berjalan seperti biasa, keberadaanku di situs ini mampu menghibur dan menemani kesepian yang aku rasakan..Akupun mulai terlena dengan kegiatan yang satu ini, tak ayal mungkin telah banyak waktu yang telah kuhabiskan.

Beberapa teguran ’datang’ baik yang disampaikan langsung ataupun tidak langsung. Tentang sebuah kecairan dalam kata-kata yang mungkin ada dalam status dan koment2 ku. Kusadar hati ini terlalu lunak, sehingga mudah sekali tergores apalagi oleh kata-kata. Kuakui mungkin sudah berlebihan ’ke’eksisan’ ku di dunia yang satu ini, tapi andai mereka tahu kesepian dan kesendirianku sungguh bisa terobati disini 
Beberapa orang yang ’kusegani’ tak ayal mereka kulihat ngobrol dengan begitu bebasnya, bercanda dan hal-hal yang tak kutemui pada mereka di dunia nyata. Wah hebat sekali dunia yang satu ini...Ku pun mulai mencairkan diri, bercanda, berdiskusi dari hal serius, penting, ataupun yang tidak penting sama sekali. Sepertinya kubisa menjadi diriku sendiri di dunia ini...Tak lama beberapa ’teguran’ pun muncul kembali tentang ’kecairan’ku di dunia ini..Aah, sempat ku berfikir ’kenapa aku ??’ toh mereka yang menegurkupun terkadang melakukan ini...

Lambat laun ku tahu, itu adalah bentuk perhatian mereka kepadaku...ternyata banyak juga yang perhatian kepadaku...hehehe..Mereka ingin aku baik dan ingin tetap menjagaku..Karena istiqomah itu sulit, benar sekali, butuh orang2 disamping kanan dan kiri untuk terus mengingatkan. Dan aku beruntung memiliki mereka -walaupun ada orang2 yang tidak kukenal, tp ternyata mereka kenal diriku loh, wew baru sadar ternyata diriku ini terkenal juga...hehehe ;D –tetep narzis made on-

Yah ternyata ’kita’ memang diperhatikan..baik dari orang-orang luar maupun dari orang2 dalam.. Kusadar karena kita memang berbeda. Kita tidak bisa bebas seperti mereka karena kita memang berbeda. Kita harus menjaga iffah -kehormatan- yang ada pada diri kita dari kata2 yang keluar lewat tulisan kita.

Ya Rabb...ampuni segala sikap berlebihanku selama ini...

Oleh karena itu, mulai hari ini aku harus berpisah dengan akun facebookku..Entahlah akupun tak tahu apakah aku sanggup berpisah dengan teman2ku di dunia yang satu ini, sempat berfikir alangkah sepinya hari-hariku nanti tanpa obrolan, candaan, dan diskusi yang menghiasi di dunia facebook ini...Tapi lelah hati ini tak sanggup lagi aku rasakan, telah begitu banyak fitnah yang hadir dari akun ini..Dan kusadar itu bersumber dari diriku sndiri. Saatnya instropeksi dan evaluasi. Maka bismillah kuambil langkah untuk beberapa lama tidak kembali berinteraksi dengan akun ini –tapi dengan catatan bukan dengan situs ini loh...hehe..teutep..-
Mulai hari ini takkan ada status atau koment yang berasal dari akun facebook dengan nama ’Evi Desiana’, sampai batas waktu yang belum ditentukan..Selamat tinggal akun facebookkku, semoga kita bisa bertemu kembali dalam kondisi yang lebih baik...Semoga yang tersisa dari mu tuk teman2 ku adalah kebaikan...InsyaAllah kita akan bertemu kembali atau mungkin tidak sama sekali. ??...Tak taulah, kita liat aja nanti... ^_^

Kotabumi, 1 November 2009
5;08 am