Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Tampilkan postingan dengan label Nasehat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasehat. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 November 2009

Kisahku 7 hari yang Lalu ( diary seorang Hamba? )


Ini adalah sebuah rentetan hari2 yang dilalui seorang hamba,,,hari2 yang penuh dengan kelalaian,,

apakah seperti ini potret hari2 kita ???..

Hari per-1,

tahajudku tetinggal

Dan aku begitu sibuk akan duniaku
Hingga zuhurku, kuselesaikan saat ashar mulai memanggil
Dan sorenya kulewati saja masjid yang mengumandangkan azan magrib
Dengan niat kulakukan bersama isya itupun terlaksana setelah acara
tv selesai.....

Hari ke-2,
tahajudku tertinggal lagi

Dan hal yang sama aku lakukan sebagaimana hari pertama,

Hari ke-3,
aku lalai lagi akan tahujudku Temanku memberi hadiah novel best seller yang lebih dr 200 hlmn. Dalam waktu tidak 1 hari aku telah selesai membacanya

Tapi... enggan sekali aku membaca Al-qur'an walau cuma 1 juzz Al-qur'an yg 114 surat, hanya 1,2 surat yang kuhapal itupun dengan terbata-bata
Tapi... ketika temanku bertanya ttg novel tadi betapa mudah dan
lancarnya aku menceritakan

Hari ke-4,
kembali aku lalai lagi akan tahajudku Sorenya aku datang ke Selatan Jakarta dengan niat mengaji Tapi kubiarkan ustazdku yang sedang mengajarkan kebaikan lebih luas tentang agamaku, Aku lebih suka mencari bahan obrolan dengan teman yg ada disamping kiri & kananku Padahal bada magrib tadi betapa sulitnya aku merangkai Kata-kata untuk kupanjatkan saat berdoa..

Hari ke-5,
kembali aku lupa akan tahajudku Kupilih shaf paling belakang dan aku mengeluh saat imam sholat jum'at kelamaan bacaannya. Padahal betapa dekat jaraknya aku dengan televisi dan betapa nikmat,serunya saat perpanjangan waktu sepak bola favoritku tadi malam..

Hari ke-6,
aku semakin lupa akan tahajudku, Kuhabiskan waktu di mall & bioskop bersama teman2ku Demi memuaskan nafsu mata & perutku sampai puluhan ribu tak terasa keluar Aku lupa.. waktu diperempatan lampu merah tadi Saat wanita tua mengetuk kaca mobilku Hanya uang dua ratus rupiah kuberikan itupun tanpa menoleh..

Hari ke-7,
bukan hanya tahajudku tapi shubuhkupun tertinggal Aku bermalas2an ditempat tidurku menghabiskan waktu Selang beberapa saat dihari ke-7 itu juga Aku tersentak kaget mendengar khabar temanku kini Telah terbungkus kain kafan padahal baru tadi malam aku bersamanya & ¾ malam tadi dia dengan misscallnya mengingat aku ttg tahajud.. !!!

kematian kenapa aku baru gemetar mendengarnya? Padahal dari dulu sayap2nya selalu mengelilingiku dan Dia bisa hinggap kapanpun dia mau

¼ abad lebih aku lalai....
Dari hari ke hari,
bulan dan tahun Yang wajib jarang aku lakukan apalagi yang sunah


Tuhan andai ini merupakan satu titik hidayah Walaupun imanku belum seujung kuku hitam'''
Aku hanya ingin detik ini hingga nafasku yang saat nanti tersisa Tahajud dan sholatku meninggalkan bekas Saat aku melipat sajadahku.....
Amin....


Pesan sponsor :ada sebuah nasihat yg mungkin bisa kita renungkan,,,," CukupLah KEMATIAN menjadi Pelajaran ",,,,,

Selasa, 03 Maret 2009

-------BEGITULAH CINTA------



Seperti angin membadai. Kau tak melihatnya.

Kau merasakannya...

Merasakan kerjanya saat ia memindahkan gunung pasir di tengah gurun.

Atau merangsang amuk gelombang di laut lepas

Atau meluluhlantakkan bangunan-bangunan angkuh di pusat kota metropolitan

Begitulah cinta...

Ia ditakdirkan jadi kata tanpa benda

Tak terlihat...Hanya terasa...

Tapi dasyat...


Seperti banjir menderas. Kau tak kuasa mencegahnya...

Kau hanya bisa ternganga ketika ia meluapi sungai-sungai,

Menjamah seluruh permukaan bumi,

menyeret semua benda angkuh yang bertahan dihadapannya.

Dalam sekejap ia menguasai bumi dan merengkuhnya dalam kelembutannya.

Setelah itu ia kembali tenang,

Seperti seekor harimau kenyang yang terlelap tenang.

Demikianlah cinta....

Ia ditakdirkan jadi makna paling santun yang menyimpan kekuasaan besar


Seperti api menyala-nyala. Kau tak kuat melawannya...

Kau hanya bisa menari disekitarnya saat ia mengunggun

Atau berteduh saat matahari membakar kulit bumi

Atau meraung saat lidahnya melahap rumah-rumah, kota-kota, hutan-hutan

Dan seketika semua jadi abu

Semua jadi tiada

Seperti itulah Cinta...


-Anis Matta-

Selasa, 24 Februari 2009

KISAH SEPASANG......




Entah bagaimana caranya aku bisa mengungkapkan rasa terima kasihku padamu
Masih terngiang dalam ingatanku, ketika pertama kali kau memilihku untuk mendampingi kemana kau melangkah...
Diantara jajaran benda sejenisku, yang lebih bagus, menarik dan berkelas..Ternyata kau menjatuhkan pilihanmu kepada ku..Entah apa yang membuatmu tertarik kepadaku. Manarik kah aku ??, berkelas kah aku ?? Aah...semua sepertinya tidak ada padaku kawan...
Yaah...mungkin karena kesederhanaanku kau pilih aku. Dan itu yang membuatku sangat bahagia, karena KESEDERHANAAN kau pilih aku...!!.
Betapa bahagianya diriku saat itu. Dan mulai hari itu juga hingga kini ku temani hari-harimu..

Aku tidaklah cantik, trendy atau berkelas seperti yang lain. Mungkin kata-kata ”SEDERHANA” dan ”BERSAHAJA” bisa memberikan gambaran bagaimanakah diriku.
Ku temani hari-harimu kawanku...Kuiringi kemana saja langkah kakimu.
Ku ikut bersamamu ketika kau hentakkan kaki-kakimu yang tegar dalam langkah-langkah perjuangan.
Kau ajak aku dalam lari-lari kecil sekumpulan aktivis yang sedang beraksi menolak kemungkaran, sehingga ku bisa bergabung dengan benda-benda sejenisku.. Tahukah kau kawan betapa bahagianya kami ketika itu...???.
Kau susun aku di deretan panjang benda sejenisku, di antara kata-kata ’batas suci’ lantai-lantai nan bersahaja..Ku ingin sekali menemanimu menemui Rabbmu masuk ke dalamnya, tapi ku tahu hakikatku, ku hanya bisa menemanimu sampai disini...Tapi cukup dengan begitu aku sudah sangat bahagia kawanku...

Mungkin kau tidak begitu sayang padaku...Tapi tahukah kau bahwa kusangat menyayangimu kawanku, karena kau telah memberikanku kebahagiaan yang tidak bisa dirasakan oleh benda-benda sejenisku. Terkadang kesibukanmu melalaikan akan kewajibanmu memeliharaku. Tapi ku tak pernah kecewa kepadamu, ku bisa pahami itu semua kawanku karena kau tak memiliki banyak waktu untuk mengurusku...Ku tahu kau habiskan waktumu untuk mengejar cita-cita dan perjuanganmu..

Tahukah kau kawanku, pernah suatu hari ketika kau jajarkan aku dengan yang lain di suatu tempat. Benda sejenis disebelahku (dengan penampilan yang tentunya lebih baik dariku) mengeluh kepadaku. Mereka bilang ”Ku sudah bosan sekali menemani pemilikku, ku hanya diajak menemaninya ke tempat-tempat yang tidak bermanfaat, hanya sekedar makan, senang-senang, bahkan membasahiku dengan setetes air wudhupun jarang ia lakukan, apalagi mengajakku berjajar dengan benda sepertimu di antara ’batas suci’ masjid-masjid itu”. Kau tahu kawanku?? Betapa merasa sangat beruntungnya aku ketika itu karena ku tak bernasib sama dengan mereka. Ku bisa menemani langkah-langkah kakimu dalam menegakkan agama-Nya. Kau mengajakku ke tempat-tempat yang senantisa mengingatkanku akan kebesaran-Nya.

Terimakasih kawanku...Ku ingin membalas semua kebaikanmu. Suatu hari nanti atas izinNya kuingin menjadi saksi di hadapanNya untukmu saudaraku. Menjadi saksi dan bukti kemana saja kau langkahkan kakimu (bersama ku tentunya) selama ini. Teruslah kau langkahkan kaki mu seperti ini saudaraku, di jalan ini, walaupun suatu saat nanti ku tak mampu lagi menemanimu, bukan...bukan karena ku telah bosan menemanimu...tapi karena memang ku tak pantas lagi menemanimu karena lemahnya fisikku...

Entah bagaimana caranya ku bisa ungkapkan rasa bahagianya diriku bisa menemani langkah-langkah perjuangan mu wahai para aktivis dakwah...!!!.
Karena ku hanya ’SEPASANG SEPATU”.....

B.Lampung, 24 Februari 2009
(Terinspirasi oleh deretan sepatu-sepatu di depan markaz dakwah Birohmah^^)

ONE DAY.....

One day,…dapat sms di pagi hari…
Isinya??? Let’s we see..

“Betapa Maha Sempurnanya Allah, yang menguatkan tubuh dan fikiran tuk terus bergerak…Selesaikan tugas kuliah, rumah, juga dakwah…Walau kadang hati minta tuk berhenti, untuk skripsi atau urusan duniawi…
Tapi kita tak menjadikan dakwah dan skripsi terpisahkan.
Semuanya adalah bekalan di hari penimbangan n semua tergantung dari niatan...
”INTANSURULLAHAYANSURKUM WA YUTSABIT AQDAMAKUM”


A sweet word from a sweet friend at sweet time n special 4 sweet me^^.

Thanks fren, atas nasehatnya…sebuah kata-kata sederhana yang membuat langkah kembali tegak, bahu kembali kuat dan nafas kembali sejuk dirasakan.
Yups…terkadang sedih melihat teman2 yang memegang skripsinya masing2...Sempat bertanya, knp waktu kita blm juga tiba???. Waktu terasa berjalan sangat lambat...
Ditambah dengan keluarga, temen2 dan orang2 terdekat yang selalu bertanya “Kapan wisuda???”...
Aaah, teman...mmg semua terasa berat jika hanya dipandang sebelah sisi, tapi bukankah kita melihat semua dari sisi yang berbeda??. Dari sisi hati dan ketenangan diri yang tidak bisa dilihat dan dirasakan orang lain kecuali diri kita sendiri...Dari sisi keyakinan bahwa inilah jalan terbaik yang harus dilalui...Karena semua ada waktunya masing-masing.....

Kini...hanya sebuah harapan, semoga mereka bisa mengerti...........Karena kita yakin keberadaan di jalan ini tidak mungkin kita sesali...
Let’s fren, kita selesaikan tugas2 yang belum selesai...!!!!

“Maka sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan..Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila engkau telah selesai (dari suatu urusan), tetaplah bekerjakeras (untuk urusan yang lain). Dan hanya kepada Tuhanmulah engkau berharap” (QS. Al-Insyirah 5-8)