Sejak saat itu dia masih disini,,
Berdiri berbalut rindu...
Dia tak pergi,
wlwpun kau mgkin telah pergi,,,
Tapi sejak saat itu dia masih disini,,
Hanya lambaian tangan yg ia berikan ktika itu,,
lalu kau mungkin menjauh,,
Tapi taukah kau,
ternyta dia masih disini.....!!
Dia tak mampu pergi,,
Hanya beberapa kali geseran2 kecil langkah itu trcipta,,
tapi tetap saja ia tak mampu pergi....
23/08/09_earthcity ^_^
Tampilkan postingan dengan label tausiyah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tausiyah. Tampilkan semua postingan
Minggu, 23 Agustus 2009
Rabu, 19 Agustus 2009
Harapku....Selalu....

Ku ingin memaknai hidup ini lebih dalam lagi..
Karena semakin hari, semakin ku sadar bahwa perjalanan ini hanya sesaat
Karena kapan saja Ia bisa menjemput diri ini…
Suatu saat ketika masa itu tiba,
Ku takut tak ada yang dapat dikisahkan orang lain tentang diriku..
Tak ada yang dapat menceritakan diriku dengan sebnarnya…
Mereka hanya bisa berasumsi dengan pendapat mereka masing-masing…
Ya Rabb, ku tak ingin begitu…
Kapan saja, dimana saja aku akan meninggalkan ataupun mungkin ditinggalkan..
Diri yang hina ini hanya mampu berharap
Jika saatnya tiba maka panggillah kami dalam kondisi yang terbaik
Yaitu kondisi sebaik-baiknya hamba dalam menghadap Rabbnya..
Kondisi yang sangat dirindukan setiap insan…
Khusnul Khotimah…amiin…
Kotabumi, 18 Agustus 2009
Pukul.21.51 WIB
Selasa, 24 Februari 2009
KISAH SEPASANG......

Entah bagaimana caranya aku bisa mengungkapkan rasa terima kasihku padamu
Masih terngiang dalam ingatanku, ketika pertama kali kau memilihku untuk mendampingi kemana kau melangkah...
Diantara jajaran benda sejenisku, yang lebih bagus, menarik dan berkelas..Ternyata kau menjatuhkan pilihanmu kepada ku..Entah apa yang membuatmu tertarik kepadaku. Manarik kah aku ??, berkelas kah aku ?? Aah...semua sepertinya tidak ada padaku kawan...
Yaah...mungkin karena kesederhanaanku kau pilih aku. Dan itu yang membuatku sangat bahagia, karena KESEDERHANAAN kau pilih aku...!!.
Betapa bahagianya diriku saat itu. Dan mulai hari itu juga hingga kini ku temani hari-harimu..
Aku tidaklah cantik, trendy atau berkelas seperti yang lain. Mungkin kata-kata ”SEDERHANA” dan ”BERSAHAJA” bisa memberikan gambaran bagaimanakah diriku.
Ku temani hari-harimu kawanku...Kuiringi kemana saja langkah kakimu.
Ku ikut bersamamu ketika kau hentakkan kaki-kakimu yang tegar dalam langkah-langkah perjuangan.
Kau ajak aku dalam lari-lari kecil sekumpulan aktivis yang sedang beraksi menolak kemungkaran, sehingga ku bisa bergabung dengan benda-benda sejenisku.. Tahukah kau kawan betapa bahagianya kami ketika itu...???.
Kau susun aku di deretan panjang benda sejenisku, di antara kata-kata ’batas suci’ lantai-lantai nan bersahaja..Ku ingin sekali menemanimu menemui Rabbmu masuk ke dalamnya, tapi ku tahu hakikatku, ku hanya bisa menemanimu sampai disini...Tapi cukup dengan begitu aku sudah sangat bahagia kawanku...
Mungkin kau tidak begitu sayang padaku...Tapi tahukah kau bahwa kusangat menyayangimu kawanku, karena kau telah memberikanku kebahagiaan yang tidak bisa dirasakan oleh benda-benda sejenisku. Terkadang kesibukanmu melalaikan akan kewajibanmu memeliharaku. Tapi ku tak pernah kecewa kepadamu, ku bisa pahami itu semua kawanku karena kau tak memiliki banyak waktu untuk mengurusku...Ku tahu kau habiskan waktumu untuk mengejar cita-cita dan perjuanganmu..
Tahukah kau kawanku, pernah suatu hari ketika kau jajarkan aku dengan yang lain di suatu tempat. Benda sejenis disebelahku (dengan penampilan yang tentunya lebih baik dariku) mengeluh kepadaku. Mereka bilang ”Ku sudah bosan sekali menemani pemilikku, ku hanya diajak menemaninya ke tempat-tempat yang tidak bermanfaat, hanya sekedar makan, senang-senang, bahkan membasahiku dengan setetes air wudhupun jarang ia lakukan, apalagi mengajakku berjajar dengan benda sepertimu di antara ’batas suci’ masjid-masjid itu”. Kau tahu kawanku?? Betapa merasa sangat beruntungnya aku ketika itu karena ku tak bernasib sama dengan mereka. Ku bisa menemani langkah-langkah kakimu dalam menegakkan agama-Nya. Kau mengajakku ke tempat-tempat yang senantisa mengingatkanku akan kebesaran-Nya.
Terimakasih kawanku...Ku ingin membalas semua kebaikanmu. Suatu hari nanti atas izinNya kuingin menjadi saksi di hadapanNya untukmu saudaraku. Menjadi saksi dan bukti kemana saja kau langkahkan kakimu (bersama ku tentunya) selama ini. Teruslah kau langkahkan kaki mu seperti ini saudaraku, di jalan ini, walaupun suatu saat nanti ku tak mampu lagi menemanimu, bukan...bukan karena ku telah bosan menemanimu...tapi karena memang ku tak pantas lagi menemanimu karena lemahnya fisikku...
Entah bagaimana caranya ku bisa ungkapkan rasa bahagianya diriku bisa menemani langkah-langkah perjuangan mu wahai para aktivis dakwah...!!!.
Karena ku hanya ’SEPASANG SEPATU”.....
B.Lampung, 24 Februari 2009
(Terinspirasi oleh deretan sepatu-sepatu di depan markaz dakwah Birohmah^^)
ONE DAY.....
One day,…dapat sms di pagi hari…
Isinya??? Let’s we see..
“Betapa Maha Sempurnanya Allah, yang menguatkan tubuh dan fikiran tuk terus bergerak…Selesaikan tugas kuliah, rumah, juga dakwah…Walau kadang hati minta tuk berhenti, untuk skripsi atau urusan duniawi…
Tapi kita tak menjadikan dakwah dan skripsi terpisahkan.
Semuanya adalah bekalan di hari penimbangan n semua tergantung dari niatan...
”INTANSURULLAHAYANSURKUM WA YUTSABIT AQDAMAKUM”
A sweet word from a sweet friend at sweet time n special 4 sweet me^^.
Thanks fren, atas nasehatnya…sebuah kata-kata sederhana yang membuat langkah kembali tegak, bahu kembali kuat dan nafas kembali sejuk dirasakan.
Yups…terkadang sedih melihat teman2 yang memegang skripsinya masing2...Sempat bertanya, knp waktu kita blm juga tiba???. Waktu terasa berjalan sangat lambat...
Ditambah dengan keluarga, temen2 dan orang2 terdekat yang selalu bertanya “Kapan wisuda???”...
Aaah, teman...mmg semua terasa berat jika hanya dipandang sebelah sisi, tapi bukankah kita melihat semua dari sisi yang berbeda??. Dari sisi hati dan ketenangan diri yang tidak bisa dilihat dan dirasakan orang lain kecuali diri kita sendiri...Dari sisi keyakinan bahwa inilah jalan terbaik yang harus dilalui...Karena semua ada waktunya masing-masing.....
Kini...hanya sebuah harapan, semoga mereka bisa mengerti...........Karena kita yakin keberadaan di jalan ini tidak mungkin kita sesali...
Let’s fren, kita selesaikan tugas2 yang belum selesai...!!!!
“Maka sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan..Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila engkau telah selesai (dari suatu urusan), tetaplah bekerjakeras (untuk urusan yang lain). Dan hanya kepada Tuhanmulah engkau berharap” (QS. Al-Insyirah 5-8)
Isinya??? Let’s we see..
“Betapa Maha Sempurnanya Allah, yang menguatkan tubuh dan fikiran tuk terus bergerak…Selesaikan tugas kuliah, rumah, juga dakwah…Walau kadang hati minta tuk berhenti, untuk skripsi atau urusan duniawi…
Tapi kita tak menjadikan dakwah dan skripsi terpisahkan.
Semuanya adalah bekalan di hari penimbangan n semua tergantung dari niatan...
”INTANSURULLAHAYANSURKUM WA YUTSABIT AQDAMAKUM”
A sweet word from a sweet friend at sweet time n special 4 sweet me^^.
Thanks fren, atas nasehatnya…sebuah kata-kata sederhana yang membuat langkah kembali tegak, bahu kembali kuat dan nafas kembali sejuk dirasakan.
Yups…terkadang sedih melihat teman2 yang memegang skripsinya masing2...Sempat bertanya, knp waktu kita blm juga tiba???. Waktu terasa berjalan sangat lambat...
Ditambah dengan keluarga, temen2 dan orang2 terdekat yang selalu bertanya “Kapan wisuda???”...
Aaah, teman...mmg semua terasa berat jika hanya dipandang sebelah sisi, tapi bukankah kita melihat semua dari sisi yang berbeda??. Dari sisi hati dan ketenangan diri yang tidak bisa dilihat dan dirasakan orang lain kecuali diri kita sendiri...Dari sisi keyakinan bahwa inilah jalan terbaik yang harus dilalui...Karena semua ada waktunya masing-masing.....
Kini...hanya sebuah harapan, semoga mereka bisa mengerti...........Karena kita yakin keberadaan di jalan ini tidak mungkin kita sesali...
Let’s fren, kita selesaikan tugas2 yang belum selesai...!!!!
“Maka sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan..Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila engkau telah selesai (dari suatu urusan), tetaplah bekerjakeras (untuk urusan yang lain). Dan hanya kepada Tuhanmulah engkau berharap” (QS. Al-Insyirah 5-8)
Langganan:
Postingan (Atom)

