Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Kamis, 16 Juli 2009

BURUNG PATAH SAYAP (sebuah catatan dakwah seorang ukhti)


Ukhti, aku selalu mengagumi sayap-sayapmu yang tak pernah berhenti mengepak dan senantiasa terbang tinggi dan kian tinggi. Kecepatan dan gelombang ruhiyahmu pun sangat luar biasa. Dirimu, aktivis dakwah yang tak pernah kenal henti berjuang, dinamis, dan haroki, mewakili motomu tentang jangan pernah diam dan berhenti bergerak, karena diam dapat mematikan.

“Ustadz, apakah usia perjuangan dakwah akhwat begitu terbatas? Terbatas oleh usianya, pekerjaannya, dan terbatas oleh amanahnya dalam rumah tangga?” Tanyaku suatu hari pada seorang ustadz. “Kalau begitu aku iri pada teman-teman ikhwan seperjuanganku. Mereka dapat cuek untuk tidak memikirkan pernikahan. Toh setua apapun kelak mereka mau menikah, mereka dapat dengan mudah menikahi akhwat yang lebih muda. Jika akhwat, semakin tua… Adakah ikhwan yang berkenan padanya?” Aku masih dengan pertanyaan polosku. Ustadz hanya tersenyum… I know.. Itu berarti aku sendiri tahu jawabannya. Dungdungdungdung…..


Fenomena ini mungkin mengenai semua lini dakwah. Saat sebagian akhwat berhenti dari aktivitas dakwahnya justru setelah ia menikah. Aku mencoba merenungi dalam-dalam. Pasti ada yang salah, (bisa jadi pemahamanku, pola pikirku) ya…, pasti ada yang dapat kujadikan pelajaran. Dalam benakku, pernikahan di jalan dakwah adalah pernikahan dua aktivis yang bertujuan memperkokoh tandzhim dakwah, menyatukan kekuatan, dan mencetak generasi baru jundullah. That’s the point, namun dalam kenyataannya seringkali kondisi ini tidak se-idealis yang ku bayangkan… Ada berbagai situasi dan kondisi yang realistis yang harus dicermati. Dan aku belajar banyak, dari pernikahan saudaraku, sahabat-sahabatku, patner-patner dakwahku…

Bidadari, menikah adalah sunnatullah dan sunnah Rasulullah bagi setiap muslim. Ya, of course, karena akhwat adalah tulang rusuk yang bengkok. Harus ada yang meluruskannya dengan penuh kesabaran kalau tak ingin patah. Pernikahan sepasang aktivis dakwah haruslah karena dakwah (terlepas dari berbagai fenomena yang ada saat ini; VMJ (virus merah jambu), take in, atau hubungan tanpa status). Dan saat menikah di jalan dakwah, maka proyek dakwah dalam keluarga adalah konsekuensi logis dari pernikahan para aktivis.

Namun bagi akhwat, ada banyak hal baru yang nembuatnya harus berada dalam dunia yang mungkin berbeda. Tak jarang menghentikan sementara gerak langkahnya (terlebih saat buah hati telah hadir dalam kehidupannya). Namun ini hanya sementara, sampai jundi kecilnya mulai bisa diajak berjihad. Right??? Maka menjadi amanah bagi keduanya untuk saling mengingatkan, agar mujahidah dakwah tak bagai burung patah sayap.

Aku yakin engkau tahu benar bidadari, bahwa sebagai akhwat aktivis dirimu memiliki banyak potensi. Kemampuan manajerial, strategi dakwah, membina, kaderisasi, dan banyak hal lainnya yang sebenarnya tidak terbatas. Apakah harus berakhir di gerbang pernikahan? Meski ada amanah lain yang juga tak kalah menantangnya, menjadi madrasah terbaik, bidadari terbaik di rumahnya. Namun potensi itu punya hak untuk terus berkembang, jangan dibiarkan padam atau meredup. Potensi itu harus terus dinamis dan haroki, untuk membuat satu karya terbaik bagi umat. Ada banyak kader akhwat, namun mengapa masih sulit untuk mencari mentor? Mengapa masih sulit untuk mencari pengisi ta’lim? Mengapa begitu sulit untuk mencari aktivis akhwat di lini dakwah ini? Nikmat tarbiyah punya satu konsekuensi logis bagi para jundinya, yaitu bergerak dan beramal, untuk satu cita IQQOMATUDIEN (menegakkan dienNya).

Entahlah, kadang tanya ini tak berujung jawaban. Satu hal yang pasti harus terus kita benahi adalah sebuah sistem yang terbaik untuk mengelola potensi para umahat. Dan tarbiyah sebenarnya telah menjadi wasilah yang tepat. Namun terlepas dari sistem ini, ada satu point yang lebih utama. Niat, ghirah, tadhiyah, hamasah dari para aktivis dakwah akhwat itu sendiri, untuk terus menjadi cahaya umat, tidak semata menjadi cahaya di rumahnya saja. Maka kepak sayap itu akan terus berkembang dengan dua kekuatan besar dalam sebuah rumah tangga yang tak ubah bagai sebuah markas jihad. Bagai sayap burung, ia kan terus terbang lebih tinggi. Tak kenal henti, karena ada tujuan bersama yang begitu indah… Jannah dan pertemuan dengan-Nya.

Bidadari, sungguh…, tidak ada yang membedakan usia perjuangan dakwah akhwat dan ikhwan. Mungkin bentuk dan kadarnya saja yang berbeda. Namun semangat dan gelora jihadnya tidak boleh berbeda. Karena kelak dihadapan Allah, hanya ketaqwaanlah yang membedakan. Bukan gender, suku, rupa seseorang. (Dan aku tidak mau mengalah, juga tidak mau berhenti berfastabiqul khoirot dengan teman-temanku….. Duh…. Nih kepala terbuat dari apa sih?).

Ukhti fillah, para aktivis dakwah, akhwat, dan umahat. Gerbang pernikahan adalah awal fase baru dalam kehidupan (pernikahan bukanlah hidup baru, hanya sebuah fase baru, karena kehidupan baru kita adalah saat kita bertemu Rabb kita. Saat nyawa meregang dari tubuh kita, saat kita akan berhadapan dengan hari yang sangat berat untuk hisab kita. Itulah hidup baru kita, kematian dunia untuk sebuah kehidupan abadi di akhirat kelak). Gerbang itu bukan untuk menutup semua potensi kita, tapi justru laboratorium pengembangan kapasitas dakwah kita. (Berat menulis seperti ini, karena Uz belum bisa membuktikannya alias konsulen teoritis saja).

Saat memasuki rumah dakwah baru, maka saat itulah genderang jihad dibunyikan untuk melihat sejauh mana dua kekuatan besar tersebut berkolaborasi membangun sebuah kekuatan yang dasyat untuk menjadi kemanfaatan yang besar bagi masyarakatnya, negaranya, dan terutama bagi diennya. Dan PR ini bukan main-main, agenda ini harus senantiasa di evaluasi bersama. Karena kita semua adalah du’at, nahnu du’at qobla kuli syai (kita adalah da’i sebelum yang lainnya ).

Maka ukhti fillah, akhwat, dan umahat bantulah para akhwat aktivis untuk tidak fobi terhadap pernikahan. Dengan segala keterbatasan, teruslah kepakan sayap jihadmu. Minimal lewat perhatian dan doamu. Karena Nusaibah, Khadijah, Khansa, tidak lahir begitu saja. Generasi shahabiyah bukan impian semu yang tak mungkin hadir di akhir zaman ini. Kita adalah wanita akhir zaman, kita tidak bisa berhenti melangkah dan bergerak karena cita-cita besar kita belumlah futuh hingga dakwah mencapai kemenangannya. Kehidupan kita bukanlah sebatas suami, anak dan segala kesulitan rumah tangga kita. Tapi lebih besar lagi… Ini adalah tantangan bagi saya, meski saya tak pernah mampu meraba masa depan.

Tapi semoga Allah mengistiqomahkan kita, akhwat, dimanapun nanti ukhti berada, mendampingi mujahid manapun…. Jannah itu adalah milik kita juga, maka bertempurlah tuk jadi yang terbaik dari setiap peran yang harus kita jalani. Ini pertempuran kita…. Tuk buktikan pada dunia kita mampu setegar para mujahidah Afgan yang saling menyemangati antar para umahat untuk mendorong para suaminya berjihad dan menutup pintu rumah kala suaminya bermalas-malasan dari dakwah.

Ini pertempuran kita, tuk buktikan pada Allah bahwa Dia tak pernah salah memilih kita menjadi mujahidah dakwahnya… Yang menjadikan suami dan anak bukan fitnah baginya. Namun menjadi kekuatan luar biasa, sekuat para mujahidah dan para umahat Palestina yang tak pernah berhenti melahirkan dan mendampingi mujahid dakwah meski mereka harus kehilangan semua orang yang dicintanya…. Demi izzah Islam.

Ini pertempuran kita… Tuk kalahkah stigma bahwa akhwat bagai burung patah sayap saat ia menikah. Bertempurlah ya ukhti, terutama dengan diri kita sendiri. Karena seringkali ialah musuh terbesar kita.

“ Hai orang-orang yang beriman janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Siapa saja yang berbuat demikian, maka merekalah orang-orang yang rugi…” (Q.S Al Munafiqun : 9).

Karena kau ukhti mujahidah…. Karena kau pendamping mujahid dakwah… Maka sambutlah seruan ini… Semoga kelak kau kan menjadi bidadari surga mulia di jannah-Nya. Wallahualam bishawab

Disinilah sebuah peradaban itu dimulai.....



Hampir 5 tahun menemani....kini berakhir sudah,,, kuakan meninggalkannya.... hiks....




Peralatan 'hidup' sehari-hari..... (*rada lebay_made on^_^)





My bed, my doll, n my inspiration ^_^









Cermin diri









'Brankas" heuheuheu...












Sahabat setia my compiee,,,,,selalu menemani dikala sibuk dan 'senggang'...










Teman dikala sendiri.... my book collection....











Makanan anak kost...hihi...





Masa-masa ini akan selalu terkenang,,,bahwa disini ku pernah hidup, bahwa disini ku pernah membangun peradaban,,,bahwa disini semua berawal....... My Lovely Dormitory ^_^

Minggu, 24 Mei 2009

Selasa, 19 Mei 2009

Bila Rasa itu hadir kembali??


Suatu hari pernah ku bertanya tentang sebuah ”rasa” kepada beberapa teman. Yang dimaksud adalah rasa ”Hati”,,,so bukan rasa coklat, vanilla, duren, mangga yah (loh...???.)...Dari semua ku dapat berbagai jawaban berbeda-beda walaupun intinya hampir sama sih....


Tapi ada sebuah ungkapan bijak yang kumaknai luar biasa...beliau bilang ketika rasa itu hadir cobalah bercermin, sejauh mana sudah menyiapkan diri untuk menanggung beban dari rasa itu. Karena hadirnya rasa itu adalah konsekuensi yang harus diterima (-fitrah) tapi memupuk rasa itu sebelum waktunya terlalu beresiko...(Wuih...berat fren..hehe)


Anis Matta bilang ”CINTA” itu pekerjaan orang-orang kuat..(Owhh...ternyata ’rasa’ itu namanya cinta toh...heuheuheu...^^). Karena yang dimainkan disini adalah emosi yang sangat sulit dikendalikan. Bagaikan burung yang selalu terbiasa terbang bebas kemana saja dan akan sulit sekali untuk ditangkap (aq made on---cocok gak ya perumpamaannya???—gubraak..)

Bila rasa itu hadir kembali…

Aaah....mungkin bukan kalimat yang tepat karena rasa itu memang tak pernah bisa hilang...Hanya batasan komitmen yang coba dijalankan. Walaupun pertempuran jiwa yang sangat luar biasa sering kali terjadi, walaupun terkadang jadi ceos n uring-uringan juga (hayoo ngaku???)...Karena komitmen dan keputusan yang telah dibuat bukanlah keputusan emosi sesaat, tapi kan teringat & tersimpan sepanjang masa sebagai sejarah karena ia adalah bagian dari episode perjalanan hidup ini (ehem...).


Bila rasa itu hadir kembali…

So, cobalah tetap berkata “I'm Waiting In Line”,,,Yah menunggu tetap berada dalam garis..Tentu sebuah garis lurus yang memang sudah menjadi aturanNya. Karena kita tidak tau siapakah sebenarnya yang ditunggu…Mungkin bukan ‘dia’ yang kini kau simpan ‘rasa’nya bukan?!!. So, the conclusion is.......(simpulkan sendiri deh....)

So, ku hanya ingin berkata ”Jangan mendahului takdir teman..!!”, satu kata untuk lagunya Edcoustic ’Nantikan ku di batas waktu’, (Yg blm tau dengan ni lagu, coba deh dengerin...n’ pasti tau knp ku gak suka dengan kata2 di lagu ini...!!___afwan buat tmn2 yg suka lagu ini yah...)

Someday we will take our time
We’ll just wait for our fate
Cos nobody knows….

So, semua akan indah ketika sudah tiba waktunya,,,,

Setelah menemukan hanya orang yang tepatlah yang pantas menerima rasa itu..


Bila rasa itu hadir kembali…

Tetaplah bertahan pada komitmen yang ada

Karena menjaga hati adalah jihad....

Saat ini...serahkan jiwa dan raga kepada sang Maha Pemilik Cinta..

Dan suatu saat kepada hati yang di ridhoi-Nya... J

Masih bertanya bila rasa itu hadir kembali…????

Bahkan The Corrs aja tau jawabannya ” Make it real or take it all away”…!!!!

Senin, 18 Mei 2009

DOA KADER DAKWAH

Ya ALLAH, berikan taqwa kepada jiwa-jiwa kami dan sucikan dia.
Engkaulah sebaik-baik yang, mensucikannya.
Engkau pencipta dan pelindungnya

Ya ALLAH, perbaiki hubungan antar kami
Rukunkan antar hati kami
Tunjuki kami jalan keselamatan
Selamatkan kami dari kegelapan kepada terang
Jadikan kumpulan kami jama'ah orang muda yang menghormati orang tua
Dan jama'ah orang tua yang menyayangi orang muda
Jangan Engkau tanamkan di hati kami kesombongan dan kekasaran terhadap sesama hamba beriman
Bersihkan hati kami dari benih-benih perpecahan, pengkhianatan dan kedengkian

Ya ALLAH, wahai yang memudahkan segala yang sukar
Wahai yang menyambung segala yang patah
Wahai yang menemani semua yang tersendiri
Wahai pengaman segala yang takut
Wahai penguat segala yang lemah
Mudah bagimu memudahkan segala yang susah
Wahai yang tiada memerlukan penjelasan dan penafsiran
Hajat kami kepada-Mu amatlah banyak
Engkau Maha Tahu dan melihatnya

Ya ALLAH, kami takut kepada-Mu
Selamatkan kami dari semua yang tak takut kepada-Mu
Jaga kami dengan Mata-Mu yang tiada tidur
Lindungi kami dengan perlindungan- Mu yang tak tertembus
Kasihi kami dengan kudrat kuasa-Mu atas kami
Jangan binasakan kami, karena Engkaulah harapan kami
Musuh-musuh kami dan semua yang ingin mencelakai kami
Tak akan sampai kepada kami, langsung atau dengan perantara

Tiada kemampuan pada mereka untuk menyampaikan bencana kepada kami

"ALLAH sebaik baik pemelihara dan Ia paling kasih dari segala kasih"

Ya ALLAH, kami hamba-hamba- Mu, anak-anak hamba-Mu
Ubun-ubun kami dalam genggaman Tangan-Mu
Berlaku pasti atas kami hukum-Mu
Adil pasti atas kami keputusan-Mu

Ya ALLAH, kami memohon kepada-Mu
Dengan semua nama yang jadi milik-Mu
Yang dengan nama itu Engkau namai diri-Mu
Atau Engkau turunkan dalam kitab-Mu
Atau Engkau ajarkan kepada seorang hamba-Mu
Atau Engkau simpan dalam rahasia Maha Tahu-Mu akan segala ghaib
Kami memohon-Mu agar Engkau menjadikan Al Qur'an yang agung
Sebagai musim bunga hati kami
Cahaya hati kami
Pelipur sedih dan duka kami
Pencerah mata kami

Ya ALLAH, yang menyelamatkan Nuh dari taufan yang menenggelamkan dunia
Ya ALLAH, yang menyelamatkan Ibrahim dari api kobaran yang marak menyala
Ya ALLAH, yang menyelamatkan Musa dari kejahatan Fir'aun dan laut yang mengancam nyawa
Ya ALLAH, yang menyelamatkan Isa dari Salib dan pembunuhan oleh kafir durjana
Ya ALLAH, yang menyelamatkan Muhammad alaihimusshalatu wassalam dari kafir Quraisy durjana, Yahudi pendusta, munafik khianat, pasukan sekutu Ahzab angkara murka
Ya ALLAH, yang menyelamatkan Yunus dari gelap lautan, malam, dan perut ikan
Ya ALLAH, yang mendengar rintihan hamba lemah teraniaya
Yang menyambut si pendosa apabila kembali dengan taubatnya
Yang mengijabah hamba dalam bahaya dan melenyapkan prahara

Ya ALLAH, begitu pekat gelap keangkuhan, kerakusan dan dosa
Begitu dahsyat badai kedzaliman dan kebencian menenggelamkan dunia
Pengap kehidupan ini oleh kesombongan si durhaka yang membuat-Mu murka
Sementara kami lemah dan hina, berdosa dan tak berdaya

Ya ALLAH, jangan kiranya Engkau cegahkan kami dari kebaikan
yang ada pada-Mu karena kejahatan pada diri kami
Ya ALLAH, ampunan-Mu lebih luas dari dosa-dosa kami
Dan rahmah kasih sayang-Mu lebih kami harapkan daripada amal usaha kami sendiri

Ya ALLAH, jadikan kami kebanggaan hamba dan nabi-Mu
Muhammad SAW di padang mahsyar nanti
Saat para rakyat kecewa dengan para pemimpin penipu yang memimpin dengan kejahilan dan hawa nafsu
Saat para pemimpin cuci tangan dan berlari dari tanggung jawab
Berikan kami pemimpin berhati lembut bagai Nabi yang menangis dalam sujud malamnya tak henti menyebut kami, ummati ummati, ummatku ummatku
Pemimpin bagai para khalifah yang rela mengorbankan semua kekayaan demi perjuangan
Yang rela berlapar-lapar agar rakyatnya sejahtera
Yang lebih takut bahaya maksiat daripada lenyapnya pangkat dan kekayaan

Ya ALLAH, dengan kasih sayang-Mu Engkau kirimkan kepada kami da'i penyeru iman
Kepada nenek moyang kami penyembah berhala
Dari jauh mereka datang karena cinta mereka kepada da'wah
Berikan kami kesempatan dan kekuatan, keikhlasan dan kesabaran
Untuk menyambung risalah suci dan mulia ini
Kepada generasi berikut kami
Jangan jadikan kami pengkhianat yang memutuskan mata rantai kesinambungan ini
Dengan sikap malas dan enggan berda'wah
Karena takut rugi dunia dan dibenci bangsa

Rahmat Abdullah

My lovely mother^^

Kamis, 30 April 2009

Boring...!!!

Lagi boring,,,pengen nulis tapi bingung apa yg ditulis???!!! :-(

Selalu melakukan pekerjaan yang sama setiap harinya memang membosankan,,,Harus ada sesuatu yang baru,,,tapi cari dmn ya??? :-?

MY INSPIRATIONS.....Come with me...???!!!

Rabu, 15 April 2009

Sebuah Fenomena....


“TATA NILAI”

Tanamkan Kejujuran, Disiplin, Kerjasama, Tanggungjawab dan Kepedulian di Kampus Hijau UNILA



Gambar di ambil dari sebuah Perguruan Tinggi Negeri ternama di Lampung...Kira-kira bagaimana yah tanggapan para mahasiswanya yg notabene disebut ’kaum intelektual’???...

”No comment bukan uruan gw” or ”kasian yah kampusku hr gini komersial barang yg tidak mencerdaskan’ ” or……………????.

Whatever lah..!!! Everything gonna be ok..?????


Selasa, 14 April 2009

Hanya coba berkata......

Ketika kau katakan itu
ternyata perasaan ini terluka kawan
Mungkin bagimu itu hanya kata2 biasa
Tapi bagiku kata-kata itu menembus hati
Mungkin karena hati ini yang terlalu lunak
Atau...
karena kata-kata itu keluar dari orang yang menempati sudut lain di hati

Kini...kurasa tak ada lagi Pelangi
Dunia tidak berwarna
Karena kini ku kehilangan dirimu kawan...

Masa-masa bersamamu kurasa bagaikan pelangi
Yang meghadirkan warna-warna nan indah dalam hidup

Kini ternyata terik matahari yg sangat panas itu
menghilangkan pelangi itu

Tapi ku masih berharap...

Semoga Ia kembali mnghadirkan Pelangi
Agar DUNIA berwarna kembali
Aku rindu kawan...
Sangat rindu dengan hadirnya pelangi itu kembali...
Sungguh...!!!

Jumat, 20 Maret 2009

Doa

JADIKAN CINTAKU PADAMU YA ALLAH

BERHENTI DI TITIK KETAATAN

MELONCATI RASA SUKA DAN TIDAK SUKA

KARENA AKU TAHU,

MENTAATI MU DALAM HAL YANG TAK KUSUKAI

ADALAH KEPAYAHAN, PERJUANGAN, DAN GEMILANG PAHALA

KARENA SERINGKALI KETIDAKSUKAANKU,

HANYALAH BAGIAN DARI KETIDAKTAHUANKU

Rabu, 18 Maret 2009

LANGIT BIRU

Masih perlu bukti kalau langit itu biru???

Tak cukupkah kau lihat dibalik awan

Tersembunyi meski tetap berwarna

Berwarna dibalik kapas-kapas putih menutupinya

Meskipun kapas hitam terkadang turut ambil bagian


Masih perlu bukti kalau langit itu biru???

Tak cukupkah kau lihat laut yang memantulkan warnanya

Memberikan isyarat jika memang benar itu warnanya

Bukan merah karena berarti api

Bukan pula hijau yang terlalu menyejukkan


Masih perlu bukti kalau langit itu biru???

Aaah...terserah ingin kau warnai apa langitmu

Tapi disini ku yakin

Bahwa langit itu biru..........


B.Lampung, 17 Maret 2009 00:33 wib

SUATU MALAM DI ASRAMA AISYAH


Malam ini ada sesuatu yang berbeda di Asrama Aisyah tercinta…

Sore tadi sepulang dari Kotabumi aku diberi tahu oleh Afi (teman satu kostan) bahwa malam ini ada acara spesial di kostan kita tercinta..(Hmmm...apaan yah, jarang2 nih...)


”Kita mau bakar ayam n ikan nih mb ntar mlam..silaturahim, kumpul2..pokoknya having fun dah” katanya penuh semangat...”Wah seru banget tuh...boleh...boleh...Tapi habis maghrib aq ke warnet dulu yah..mau kirim email bentar aja, ok” jawabku tak kalah semangatnya. Selesai sholat maghrib langsung meluncur ke warnet biar pulangnya gak kemaleman. Sebelum berangkat tak lupa aq teriak2 (maksudnya pamit gitu...emang harus teriak2 yah???...) ”Fren....daku ke warnet bentar, ntar kalau acaranya dah mau mulai miscall ye...!!!!!!)”.”OK…..!!!!!!!!!” jawab mereka serempak (paduan suara kaliii..)


Hampir satu jam di warnet..”Tiet…tiet…tiet…” (suara hp ni maksudnya, tapi gak kayak gitu deh suaranya…yah pokoknya bayangin aja lagu ’We will not go down’ nya Michele Heart...gitu deh suara hpnya pada saat itu). Ada sms masuk ”Mb acrany dah mw mulai nie, buruan plg ye..”. Upss…ni download’tan blm kelar lagi, segera ku ketik balasan smsnya ”Af1..bntar lgi yah tanggung nh.InsyaAllah sgr myusul ok??”. Kuteruskan dah tu didpn compiee...buka blog, facebook, friendster, plus browsing & gak ketinggalan YM nya..hehe..

Tak lama kulirik tu “Billing”...Haaaa....dah hampir 1 ½ jam boo..Kebiasaan deh kalau sudah di depan compiee suka lupa daratan apalagi lautan..buruan...buruan...!!!. Langsung ku sign out tu yang aktif2, trus pulang deh...


“Assalamualaikum....!!!!” Teriakku di pintu masuk.”Waalaikumsalam...!!!” jawab penghuni Asrama Aisyah serempak (emang tu anak2 Aisyah agaknya cocok juga kalau bikin tim paduan suara, cempreeeng.....wwkakakakkk...ups, af1 ya tmn2). Wah seluruh ruangan Aisyah penuh dg aroma ayam bakar, sedaaap....Ku disambut dengan senyum tulus penghuni2 Aisyah, wlwpun dah telat & hampir semua ayam n ikan tu habis terbakar (Wah...emang aisyah2 yang tulus :-), so yang mau cari ‘Aisyah’ banyak loh di Asrama Aisyah..hehe..).


Beralas koran, beratap sinar bulan dan berdinding pembatas pagar juga tiang jemuran kita duduk bareng melingkari ayam bakar, ikan bakar, sambel terasi, sayur asem, beraneka lalapan, nasi, Cimol (Aci di’emol2...Haaa, ada yah nama makanan kayak gitu, baru tahu..!!), martabak bangka “Koga’ (kesukaanku^^, tau aja nih yg beli..), ‘kobokan’, gelas dan piring....oya, ketinggalan dan Es teh..!!. Awalnya berdasarkan susunan acara habis pembukaan dan sebelum makan ada tausiyah tapi anak2 Aisyah sudah pada meratap ni..”Makan dulu aja yaaah...Sudah lapeeer bgt nie..!! Asli..!!” Ninda memelas..”Iya nih, sunnah Rasul loh kalau laper tu mending makan dulu...ntr gak khusyuk mb..” Lia menimpali dg semangat. Disambut dengan paduan suara anak2 Aisyah kembali “Sepakaaattt!!!”. Alhasil yang punya pendapat tausiyah dulu mengalah deh..dikeroyok cuiy, daripada bonyok...hehe...Akhirnya langit malam menjadi saksi betapa “lapernya” anak2 Aisyah malam itu.


Sehabis makan, acara selanjutnya adalah taaruf. Yups...coz mmg banyak anak2 baru di Aisyah, aq juga banyak yang belum kenal (Huu...gmn seeh...!! Parah..). Taaruf singkat, padat, dan berhias cekakak-cekikik penghuni Aisyah pun berlangsung seru. Seru abis dah pokoknya, melebihi serunya pertandingan Liga bola..rameee...!!!.(Tau kan .kalau akhwat2 lagi pada ngumpul gmn??l) Ternyata asrama Aisyah ni dipenuhi berbagai karakter, latar belakang suku, pendidikan, daerah asal yang berBhineka Tunggal Ika loh. Ada yang lucu, jaim, pemalu, blak-blak’an, lembut, n yang malu-maluin juga ada..(wah siapa tuh..hehe). Ada suku Lampung, Jawa, Palembang, Padang...tapi semua berkebangsaan Indonesia kagak ada yang keturunan bule’, HIDUP INDONESIA...!!! ;-), Trus ada yang pinter komputer, ahli outbond (Ank2 SANTIKA), pinter masak, hobby merawat bunga, hobby ngomel n ngerecokin juga ada..hehe..Trus ada juga yang ahli Politik Caleg bahkan, dari partai SUKA (SUdut Kanan Atas No 8) no urut 10 DP Kotabumi n WayKanan...(hehe sekalian kampanye nih mb..Ada juga yang lagi menyelesaikan S2, S1, dan D3 nya.


Malam ini, luar biasa ukhuwah yang terasa...sungguh indah.. Terkadang tak sadar kalau selama ini dikelilingi orang-orang yang luar biasa di kostan. Afwan yah teman2, belakangan ini jarang ngobrol dan ketemu, selalu berangkat pagi n pulang dah menjelang maghrib (hampir semua penghuni Aisyah...secara rata-rata aktivis semua..hehe...). Mungkin aku yah yang paling sering tutup pintu kamar lebih awal kalau dikostan, takut nyamuk masuk (sebel kalau nyamuk dah nguing-nguing gitu..), selain itu aku termasuk orang yang matanya tidak mampu bertahan lama (jadi suka tidur duluan ye..). Malam ini seneeeng banget, karena saat berkumpul itu memang selalu membahagiakan. Slank aja bilang ‘makan gak makan asal kumpul” apalagi kita yang ‘makan-makan sambil kumpul’. Sayang kagak ade dokumentasinya..(Abisnya pada narsis semua ni akhwat, jadi fotonya kagak bisa dipublish deh).


Semoga Allah mengumpulkan kita kembali di syurgaNya yah..Tetap menjadi teman2 yang selalu ceria mewarnai hari-hari di Asrama Aisyah kita tercinta.


(Spesial to penghuni2 Aisyah tercinta : Uyun, Afi, Weni, Fitri, Nani, Ninda, M’Iin, M’Endah, Lia, Susi, etc) Ukhibukifilllah...... J

Sabtu, 14 Maret 2009

Masa lalu...........

You have left the memories behind. Wanna start a new life. Try to throw the picture. Out of our mind. Try to leave the memories behind. But it seems to be rather absurd.


Semua orang pasti punya masa lalu yang tidak menyenangkan. Karena Tuhan menciptakan sesuatu itu berpasang-pasangan. Begitu juga dengan ”suka” yang berpasangan dengan ”duka


Tapi manusiawi ketika kita ingin melupakan kenangan2 buruk atau kesalahan2 yang pernah kita lakukan dalam hidup kita. Membuangnya sejauh-jauhnya hingga ia tidak meninggalkan bekas apapun dalam hidup kita..Pokoknya always try to forget it lah sekuat tenaga...!!!


Tapi lain halnya dengan kenangan2 indah yang pernah kita lalui dalam hidup kita..Tentunya akan selalu kita kenang dan simpan dalam hati dan pikiran kita....(Kadang senyum2 sendiri ketika sedang mengenangnya...Hayoo ngaku???...kayak orang aneh dunk ;-) )


Mengutip kata2 seorang teman ”Bersikap adil dan proporsional terhadap masa lalu” (buat yg merasa punya kata2 ni, izin yah? ;-) ). Awalnya tidak begitu paham apa maksud kata-kata ini..tapi ternyata kata2 ini ’dalem’ euiy...


Yuups..kita tidak bisa sepenuhnya melupakan masa lalu (-kenangan buruk/kesalahan_red) dalam hidup kita seburuk apapun itu. Masa lalu sebaiknya dijadikan pelajaran akan hidup ke depannya. Tidak perlu kembali menoleh apalagi melangkah ke belakang, karena hidup yang kita jalani adalah sekarang dan yang akan datang. Kita hanya perlu ’melirik’ ke belakang untuk menghindari jatuh pada lubang yang sama.


Seorang teman yang lain juga mengatakan (sorry ye kata2nya dicontek lagi, tapi daku dah diizinkan kan...^^)
”Jangan mencoba untuk melupakan masa lalu. Karena semakin kuat keinginanmu untuk melupakan semua itu,
Maka akan semakin kuat ia akan melekat di pikiranmu..
So, biarkan waktu berjalan seperti seharusnya..Let’s future will show us!!
Tapi, jangan kau tinggalkan hatimu disana...” (Ckckck...bisa juga dikau bwt kata2 ni fren...!!! gak nyangka...wwkekekkkk...peace lah ;-) )


MLTR (Michael Learns To Rock) mengatakan... (Eh, ni temen aq juga loh..hehe..)
”We should try to forget.
But there is something left in my head...”
So, teman2 MLTR tu pengen mengatakan bahwa kita tidak akan bisa melupakan masa lalu sepenuhnya…Tapi merupakan sikap yang salah apabila kita terlarut dengan kesalahan2 masa lalu.


Seorang teman yang luar biasa juga Bapak Reza M. Syarif (eh, kita temen juga kan pak^^...??hehe..ngaku2 nih..), menyebutkan solusinya terletak pada ”Mind Management” yaitu Thinking Process, Feeling Process, dan Action Process untuk hijrah pada kondisi yang lebih baik. Masih kata Bapak Reza M. Syarif dalam bukunya Life Excellence bahwa kita harus memiliki cara berfikir secara longitudinal. Kita harus ingat bahwa kita berada pada waktu saat ini atau waktu now, present. Tapi jangan lupa bahwa kita hidup dalam 3 waktu, yang pertama adalah future, yang kedua adalah past dan yang ketiga adalah present. Pada saat kita berada pada saat present cobalah ’melirik’ ke belakang untuk melakukan instropeksi diri.


Marilah kita lihat pengalaman2 di masa lalu, past mistake, kegagalan2 kita yang lalu, bukan untuk kita sesali tapi untuk dijadikan sebagai suatu pelajaran. Kemudian kita melihat ke depan, future untuk membuat perencanaan2 hidup yang lebih baik..


So fren mari bersikap adil dan proporsional terhadap masa lalu...


Rabu, 11 Maret 2009

Alhamdulillah^^

Hr ini tepatnya pkl 12.30 WIB, sidang skripsi selesai....Hufff leganya....
Selama 2 jam lebih berada dlm ruangan ditemani 3 orang dosen. Dg pertanyaan2 yg tdk sepenuhnya bs terjawab :( , Duuh...bneran deh 'bleng' bgt tuh di ruangan...Masak gambarin ikatan peptida aja gk bisa!!!...hiks...lupaaaa...!!!.
Untungnya semua bisa dilewati dengan baik...Yaah...Alhamdulillah tetap dapet nilai "A". (Alhamdulillah Ya Allah....) :D

Berarti dah S.T.P nie....jadi lengkapnya Evi Desiana, S.T.P (Ciee....hehe)
kapan ya M.T.A nya??? ntr deh, jk Allah mengizinkan......amin... :-)

Alhamdulillah satu tahapan hidup telah dilalui.
Tetap bersemangat mengejar impian selanjutnya...!!! ^^
Chayo.......!!!!!!!!!!!!!! ;-)

Senin, 09 Maret 2009

H-1 Ujian Compre...........

Deg-deg'an euiyyy.....Asli rasanya sereeem menghadapi hari esok...
Sempat berfikir....Duuh...gmn yah kalau bsk gak bs jawab???
Lebih parahnya......kalau gak lulus gmn???........NEGATIVE THINGKING nih........!!!!!! buang jauh-jauh......!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!


Eh, pagi ini dapat sms dari dosen kalau ujiannya minta diundur 1 hari lagi........
Hufff........sempet kecewa sih, secara sudah menunggu 1 bulan untuk menentukan jadwal ujian yang gak ketemu2....Setelah waktunya hampir tiba, eh tau2nya di undur lagi.....
Trus berita ujian dah nyebar di infoteinment ikhwah nie, ntar bakal di kejar2 wartawan tuk konfirmasi berita pengunduran ini...(Haalaah...). Tuh gelar S.T.P mmg belum saatnya bertandang di blakang nama....Sabar...sabar....berarti sekarang H-2 booo.......

Tapi ada senengnya juga......berarti masih sempet refresh otak....(emang knp tuh otaknya sebelumnya???)
Emang dah ada feeling kalau bakal di undur, coz hr ini blm merasa siap aja, pdhl kn sudah H-1..!!!...(feeling so good juga yah evi ne...Ya eyaalah....he...)

Berarti punya waktu lebih untuk mempersiapkan diri......Semangat.....semangat vi....!!!!
Jangan lupa minta doa ortu, kakek nenek, paman bibi, tmn2, saudara-saudari, tetangga rumah, tetangga kamar kostan, pokoknya handai taulan semua....
Semoga diberi kemudahan dan kelancaran.......Mohon do'anya yah....!!!!

Yakin Allah pilihkan waktu terbaik.....Allah memberikan apa yang kau butuhkan bukan yang kau inginkan........
Ya Allah berikanlah ketenangan hati, kejernihan berfikir dan kekuatan fisik untuk menghadapi semua ini...
Semog Allah memberkahi....amiiin...

BISA....BISA....PASTI BISA....!!!!!!!!

Teman sejati...

Ada yang bilang teman sejati itu selalu ada untukmu..
Saat kamu dalam keadaan senang maupun susah...
Ada juga yang bilang teman sejati itu yang selalu berada di dekatmu
apapun kondisimu saat itu...
Bersedia kapan saja untuk mendengarkan keluh kesahmu....
Ada yang bilang teman sejati itu yang selalu menemanimu kemana saja kau mau...
Terbuka n gak maen rahasia-rahasiaan gitu...
Ada yang bilang teman sejati itu selalu memenuhi kemauanmu dan membahagiakanmu...
Bersama tertawa....bersama menangis.....bersama menderita....senasib sepenanggungan...
Yah pokoknya teman sejati itu kalau ketemu n lagi ngumpul rasanya seneeeng aja deh...

Hmmmm.........................sudahkah kamu dapat teman sejati yg memenuhi all kriteria itu????
Susah kalee.....mungkin sih....satu dari 1000 orang di dunia ini....kalau ada yg memenuhi all kriteria diatas kasih tau dunk...mau jg jd temennya....kira2 mau gak tuh dia jd temen kamu vi...nah itu dia masalahnya...hehe...)

Ketika kita berfikir bahwa teman kita harus memiliki kriteria2 diatas, pasti terkadang kita kecewa disaat teman dekat kita tidak berada disisi kita ketika kita sedang sedih..Tidak cukup waktu hanya untuk mendengarkan keluh kesah kita...berada di dekat kita dan menolong kita disaat kita membutuhkan pertolongan......Di sms or tlpn gak pernah dibales or diangkat....(
Wuiih....pokoknya sebeeel aja deh, kalau dia tiba2 menghilang tanpa jejak disaat kita pengen bgt cerita n mengeluarkan uneg2....)

Tapi pernahkah kita berfikir, terkadang kita terlalu banyak menuntut hak kita...
Ingin teman berada di dekat kita ketika kita lagi susah, tapi apakah kita sudah berada di dekatnya ketika dia sedang susah???
Ingin dia selalu mendengarkan, tapi apakah kita sudah mencoba untuk menjadi pendengar yang baik baginya???
Mencari teman sejati, tapi diri sendiri belum merasa menjadi teman sejati.....

Persahabatan itu bukan MENUNTUT tapi MEMAHAMI.....
Memahami apapun kondisinya....
Memahami bahwa teman kita itu juga manusia yang membutuhkan rasa persahabatan yang sama dengan kita...
Teman sejati itu tidak harus selalu berada si dekatmu, tapi kau selalu akan teringat dg nya karena kebaikannya...
Teman sejati itu selalu berada untukmu dalam doanya..
Teman sejati itu tidak selalu seperti yang kau harapkan
karena hakikatnya kita sama....
Manusia yang tidak sempurna.
Teman sejati itu bukan orang yang selalu membenarkan ucapanmu...
Tapi membuat ucapanmu menjadi benar.....
Teman sejati itu selalu mencoba mencintai orang yang tidak sempurna dengan cara yang sempurna.....
.(Weleh...weleh...so sweet bgt yah... ^^)

Spesial to para teman, sahabat, saudara2 qu....Afwan jika selama ini blm bs menjadi pribadi yang menyenangkan....
Buka lembaran esok yang lebih indah, saling memahami n saling menyayangi karena kita bersaudara karena-Nya^^. Keep Ukhuwah Alwayz yups....Ukhibukifillah........

Selasa, 03 Maret 2009

Arti sebuah nasehat

Satu saat, kuminta nasehat kepada seorang sahabat

Aku merasa tak layak, katanya...


Aku tersenyum dan berkata

Jika tiap kesalahan kita dipertimbangkan

Sungguh di dunia ini tak ada lagi

orang yang layak memberi nasehat


Memang merupakan kesalahan

Jika kita terus saja menasehati

Tapi dalam diri tak ada hasrat untuk berbenah

dan menjadi lebih baik lagi di tiap bilangan hari


Tapi adalah kesalahan juga

Jika dalam ukhuwah tak ada saling menasehati

Hanya karena kita berselimut baik sangka kepada saudara

Dan adalah kesalahan terbesar

Jika kita enggan saling menasehati

Hanya agar kita sendiri tetap merasa nyaman berkawan kesalahan


Nasehat adalah ketulusan

Kawan sejati bagi nurani

Menjaga cinta dalam ridho-Nya.

(JCPP)


Untuk semua saudaraku....Tetap saling mengingatkan, menguatkan dan mendoakan yach...!!!!^^

-------BEGITULAH CINTA------



Seperti angin membadai. Kau tak melihatnya.

Kau merasakannya...

Merasakan kerjanya saat ia memindahkan gunung pasir di tengah gurun.

Atau merangsang amuk gelombang di laut lepas

Atau meluluhlantakkan bangunan-bangunan angkuh di pusat kota metropolitan

Begitulah cinta...

Ia ditakdirkan jadi kata tanpa benda

Tak terlihat...Hanya terasa...

Tapi dasyat...


Seperti banjir menderas. Kau tak kuasa mencegahnya...

Kau hanya bisa ternganga ketika ia meluapi sungai-sungai,

Menjamah seluruh permukaan bumi,

menyeret semua benda angkuh yang bertahan dihadapannya.

Dalam sekejap ia menguasai bumi dan merengkuhnya dalam kelembutannya.

Setelah itu ia kembali tenang,

Seperti seekor harimau kenyang yang terlelap tenang.

Demikianlah cinta....

Ia ditakdirkan jadi makna paling santun yang menyimpan kekuasaan besar


Seperti api menyala-nyala. Kau tak kuat melawannya...

Kau hanya bisa menari disekitarnya saat ia mengunggun

Atau berteduh saat matahari membakar kulit bumi

Atau meraung saat lidahnya melahap rumah-rumah, kota-kota, hutan-hutan

Dan seketika semua jadi abu

Semua jadi tiada

Seperti itulah Cinta...


-Anis Matta-

Senin, 02 Maret 2009

ALL ABOUT KRITIK



Dalam berkomunikasi, tugas yang paling sulit adalah memberi dan menerima kritik. Kritik sering membuat kita sakit hati dan tidak berdaya. Kita menjadi patah arang dan rendah diri. Sebaliknya, kita juga sering takut melempar kritik karena khawatir yang dikritik akan tersinggung, marah-marah bahkan memusuhi kita sehingga berdampak terhadap berkurangnya kualitas kita dalam berinteraksi dengan sesama.
Namun sebenarnya kritik adalah senjata yang ampuh untuk memperbaiki diri. Apabila ditangani dengan baik, kritik membuat kita tahu kelemahan dan kekuatan kita. Ini dapat menjadi pemicu untuk memperbaiki diri. Demikian pula, memberi kritik dengan baik, akan membantu orang lain memperbaiki dirinya,yang juga akan memperbaiki hubungan kita dengan orang tersebut.

Apa Yang Dimaksud Dengan Kritik?
Kita sering memandang kritik sebagai sesuatu yang seluruhnya negatif. Padahal, kritik bisa disampaikan sebagai ”seni mengevaluasi atau menganalisis secara tepat, dengan menggunakan pengetahuan...”. oleh karena itu, kritik jika dipandang sebagai peluang untuk memperluas pemahaman, sering bisa dimanfaatkan sebagai alat untuk mencapai hasil positif.


Gender, Citra diri, dan Kritik

Riset menunjukan bahwa kemampuan kita dalam menangani kritik sering terkait dengan tingkat kepercayaan diri kita. Pria dan wanita pada usia antara 18 tahun hingga 34 tahun jauh lebih sensitif terhadap kritik karena mereka masih dalam proses pengembangan identitas atau jati diri.
Ungkapan ”wanita cenderung memasukan ke hati” secara umum cenderung benar. Deborah Tannen,Ph.D., dalam bukunya You Just Don’t Understand, menjelaskan bagaimana pria dan wanita memandang komunikasi secara berbeda. Penilitian tersebut menunjukan terdapat perbedaan nyata mengenai cara pria dan wanita menghadapi kritikan.
Pendekatan Pria

Tannen menemukan bahwa pada dasarnya pria dan wanita berkomunikasi untuk alasan berbeda. Tujuan pria dalam berkomunikasi adalah untuk membangun independensi dan status. Oleh karena itu, mereka berbicara dalam bentuk laporan, menyampaikan statistik dan fakta. Dalam percakapan, secara terus menerus mereka mencari informasi yang akan membantunya dalam membangun independensi dan/atau status.
Pria ingin menjadi pusat perhatian dengan cara menyampaikan lelucon atau mengesankan orang lain dengan pengetahuannya. Mereka membuktikan dirinya dengan tampilan verbal. Ketika ada kritik yang menimpanya, pria tidak akan menyukainya karena berarti merendahkan status dan independensinya. Meskipun demikian,jika anda mengkritik seorang pria dengan menggunakan contoh spesifik dan fakta,dia akan menghadapinya dan menerimanya – karena dia memahami bahwa contoh dan fakta tersebut bisa membantunya untuk menjadi lebih efektif.

Pendekatan Wanita

Sebaliknya, wanita sering tumbuh dalam konsep yang keliru bahwa kalau ada kritik berarti ada sesuatu yang keliru dalam dirinya. Dalampenelitiannya, Tannen menemukan tujuan wanita dalam berkomunikasi adalah untuk membangun hubungan dan keintiman. Wanita menikmati hubungan yang baik dan berinteraksi dengan orang lain.oleh karena itu, ketika wanita dikritik, mereka merasa hubungan ini muncul dalam bentuk ”peang dingin” – wanita merasa terluka dan dia tidak ingin berbicara dengan pengkritik atau siapa pun yang terkait dengan pengkritik.
Reaksi ”perang dingin” sangat sulit dipahami oleh pria. Seorang pria bisa saja berkonflik dengan pri lain pada pukul 10 pagi dan makan siang bersama pada siang harinya. Perilaku ini tidak bisa diterima oleh kebanyakan wanita. Karena merasa terluka perasaannya, maka mereka membutuhkan waktu beberapa lama untuk membangun kembali hubungan yang telah rusak. Namun, anda tidak perlu memberi kritik kepada wanita hanya karena reaksi yang ”khas” ini. Baik pria maupun wanita sama-sama membutuhkan kritik agar bisa berkembang. Namun demikian,harus dipahami bahwa wanita cenderung lebih sensitif dibanding pria. Wanita harus lebih memahami bahwa kritik tidak sinonim dengan ketidaksetujuan. Pada akhirnya, wanita bersedia juga untuk membicarakan situasi yang menjadi pangkal kritik terhadap dirinya dan membangun kembali hubungan. Tetapi,”waktu yang tepat” untuk melakukan ini biasanya harus mengikuti pengertian mereka. Wanita juga cenderung peka terhadap tanda-tanda nonverbal dan bisa segera ”merasakan” jika ada sesuatu yang tidak beres. Sebaliknya, pria terkadang mengabaikan tanda-tanda nonverbal sebelum situasinya memburuk.

Menanggapi Kritik

Kajian Simon/ Bright mengenai kritik menemukan bahwa kemungkinan besar kita akan marah apabila kritik datang dari keluarga pasangan kita (24%), pasangan (22%), dan bawahan (21%). Namun, kita bisa menanggapinya dengan baik jika kritik datang dari Guru, teman, ayah, atau atasan.
Yang menarik, kita merasa sangat penting untuk melakukan tindakan koreksi apabila kritik disampaikan oleh atasan (72%) dan pasangan (62%), tetapi menganggap tidak perlu melakukan tindakan koreksi apabila kritik disampaikan oleh saudara dari pasangan kita atau dari saudara-saudara sekandung kita. Berkaitan dengan hasil tersebut, kita akan berusaha dengan sungguh-sungguh mengubah perilaku kita apabila dikritik oleh atasan (61%) dan pasangan hidup (54%). Kita akan amat tersinggung oleh kritik yang mempertanyakan integritas kita (85%) dan mengenai kinerj pekerjaan kita (74%). Ditemukan, ternyata wanita lebih sensitif dalam bereaksi terhadap kritik dibanding pria. Sering terjadi, kesulitan dalam menangani kritik karena ternyata, paling tidak sebagian, kritik tersebut mengandung kebenaran. Jika kritik tersebut benar-benar keliru, mungkin tidak akan menyulitkan kita. Meskipun demikian, walaupun disampaikan secara buruk, kritik akan memaksa kita untuk memeriksa perilaku kita dan menarik beberapa kesimpulan.

Tiga Tahap Merespon Kritik

Ketika menerima kritik, begitu kritik disampaikan, sangat penting untuk menyadari bahwa kita lebih banyak memiliki kontrol dibanding pengkritiknya. Selanjutnya terserah anda, apakah kritik tersebut menurut anda perlu dan bermanfaat untuk di tindaklanjuti. Pada dasarnya terdapat tiga tahap yang kita lalui ketika menghadapi kritik
TAHAP SATU: Menyadari Dalam tahap MENYADARI, kita mengetahui bahwa kita sedang dikritik dan dengan segera insting kita mengambil alih. Kita mungkin segera melakukan serangan balik, mengambil tindakan defensif, atau menjadi korban tak berdaya yang secara otomatis menerima nilai pengkritik begitu saja. Serangan Balik Ketika memberi serangan balik kepada pengkritik, kita sering menggunakan sarkasme, meruntuhkan keberaniannya, atau dengan sindiran.terkadang kita benar-benar ”bersemangat” dalam melakukan serangan balik dengan sarkasme,sehingga apabila kita memiliki audiens,kita akan disambut dengan tawaan. Pelawak atau kartunis banyak menggunakan sarkasme karena dengan sarkasmelah mereka menjadi lucu. Sarkasme merupakan istilah dari bahasa latin yang artinya ”merobek-robek”. Ini merupakan istilah yang tepat untuk menggambarkan perasaan orang yang terkena serangan sarkasme. Sarkasme sering mematikan,dan ini tentu saj bukan merupakan cara bereaksi yang tepat untuk menghadapi kritik. Menyerang dengan meruntuhkan kepercayaan diri pengkritik menunjukan bahwa anda tidak berniat membangun hubungan,tetapi hanya berupaya agar pengkritik kehilangan keberanian atau kepercayaan diri. Cara ini menghapus suasana dimana anda bisa terus berbicara dengan dengan pengkritik secara nyaman. Demikian pulapengkritik, tidak bisa berbicara secara nyaman dengan anda. Ketika kita melakukan serangan balik kepada pengkritik yang agresif, mungkin kita merasa tidak mempengaruhi orang tersebut.namun, sebenarnya serangan kita menghujam lebih dalam dari yang kita duga. Sering, orang yang mengkritik kita sebenarnya merasa tidak aman. Korban Tidak Berdaya Respon sebagai ”korban tidak berdaya”, atau reaksi pasif, juga tidak banyak membantu. Jika anda tidak mengucapkan sepatah kata pun atau menerima kritik sebagai kritik yang sah tanpa menilainya lebih dahulu, anda akan nampak seperti tidak memiliki kepercayaan diri dan kehilangan penghargaan dari orang lain dan dari diri sendiri! Kedua, kemungkinan anda tidak akan benar-benar mengetahui apa yang dimaksudkan sesungguhnya oleh pengkritik, kecuali jika anda meluangkan waktu untuk menilai kritik tersebut. Pendekatan yang jauh lebih baik untuk menghadapi kritik adalah dengan menyadari bahwa kita sedang dikritik, itu saja – baru dengan cepat bergerak untuk menilai kritik tersebut. TAHAP DUA: Menilai Pada tahap kedua, anda MENILAI kritik yang disampaikan,maksud dari pengkritik, dan seberapavalidkah kritik tersebut. Untuk menentukan apakah kritik tersebut valid atau tidak, perhatikan pula perilaku nonverbal pengkritik. Anda bisa menghentikan intensitas perasaannya dan seberapa terbuka dia untuk menghadapi tindakan yang akan anda ambil. Selidiki fakta yang berkaitan dengan kritik yang disampaikan untuk memastikan bahwa anda benar-benar memahami ucapan dan maksud dari pengkritik. Untuk melakukan klarifikasi, ajukan pertanyaan berikut ini 1. Apa sebenarnya yang telah terjadi? 2. Kapan hal tersebut terjadi? 3. Apa yang telah keliru? Penting juga, anda berusaha untuk mendapat kritik. Anda harus menjelaskan kritik apa yang ingin anda peroleh untuk dinilai dan dengan cara seperti apa anda ingin menerimanya. Karena anda bisa mengontrol kritik tersebut, maka kemungkinan besar kritik tersebut bermanfaat untuk mencapai perbaikan dalam kinerja anda. Setelah meneliti fakta, berusahalah untuk mempertimbangkan apakah kritik tersebut akurat atau tidak. Luangkan waktu untuk berpikir sebelum anda memberi respon. Berusahalah jujur, tetaplah tenang dan fokuskan pada hasil, pertimbangkan respon anda sebelum berbicara. TAHAP TIGA: Bertindak Pada tahap akhir, anda memutuskan TINDAKAN apa, jika memamng harus ada tindakan yang ingin anda ambil terhadap kritik tersebut. Mari kita pelajari strategi BERTINDAK untuk menghadapi kritik secara asertif.

BUKAN WAKTUNYA UNTUK MEMBERI KRITIK

Ketika anda memutuskan bentuk kritik yang akan digunakan, harus diingat bahwa ada saatnya anda tidak memberi kritik.
1.jangan memberi kritik ketika anda sedang marah, tertekan, atau tersinggung. 2.jangan memberi kritik ketika waktunya tidak tepat bagi penerima, atau ketika penerima kriritk tidak bisa melakukan apa-apa terhadapkritik tersebut. 3.jangan memberi kritik ketika anda tidak memiliki fakta atau bukti spesifik untuk mendukung kritikan anda. 4.jangan memberi kritik untuk melakukan permainan kekuasaan –untuk meruntuhkan kepercayaan diri penerima atau untuk menunjukan bahwa diri anda penting. 5.jangan mengharapkan hasil dari kritik anda jika anda belum menetapkan tujuan atau harapan bersama.

Sumber :
B. Adisetiawan S.Pd
(b.adisetiawan@yahoo.com)

Kamis, 26 Februari 2009

SYAFAKILLAH YAA.....



Hatttsiiiii......!!!!!
Hufff....Demam, Flu berat....hidung tersumbat......Radang tenggorokan...Suara jadi menghilang...Lengkaplah...!!!

Ya Allah semoga ini sebagai penawar dosa hamba....
Allahumma afini fii badani...Allahumma afinii fi sam'i...Alahumma afiiniii fiii bashari...

Selasa, 24 Februari 2009

KISAH SEPASANG......




Entah bagaimana caranya aku bisa mengungkapkan rasa terima kasihku padamu
Masih terngiang dalam ingatanku, ketika pertama kali kau memilihku untuk mendampingi kemana kau melangkah...
Diantara jajaran benda sejenisku, yang lebih bagus, menarik dan berkelas..Ternyata kau menjatuhkan pilihanmu kepada ku..Entah apa yang membuatmu tertarik kepadaku. Manarik kah aku ??, berkelas kah aku ?? Aah...semua sepertinya tidak ada padaku kawan...
Yaah...mungkin karena kesederhanaanku kau pilih aku. Dan itu yang membuatku sangat bahagia, karena KESEDERHANAAN kau pilih aku...!!.
Betapa bahagianya diriku saat itu. Dan mulai hari itu juga hingga kini ku temani hari-harimu..

Aku tidaklah cantik, trendy atau berkelas seperti yang lain. Mungkin kata-kata ”SEDERHANA” dan ”BERSAHAJA” bisa memberikan gambaran bagaimanakah diriku.
Ku temani hari-harimu kawanku...Kuiringi kemana saja langkah kakimu.
Ku ikut bersamamu ketika kau hentakkan kaki-kakimu yang tegar dalam langkah-langkah perjuangan.
Kau ajak aku dalam lari-lari kecil sekumpulan aktivis yang sedang beraksi menolak kemungkaran, sehingga ku bisa bergabung dengan benda-benda sejenisku.. Tahukah kau kawan betapa bahagianya kami ketika itu...???.
Kau susun aku di deretan panjang benda sejenisku, di antara kata-kata ’batas suci’ lantai-lantai nan bersahaja..Ku ingin sekali menemanimu menemui Rabbmu masuk ke dalamnya, tapi ku tahu hakikatku, ku hanya bisa menemanimu sampai disini...Tapi cukup dengan begitu aku sudah sangat bahagia kawanku...

Mungkin kau tidak begitu sayang padaku...Tapi tahukah kau bahwa kusangat menyayangimu kawanku, karena kau telah memberikanku kebahagiaan yang tidak bisa dirasakan oleh benda-benda sejenisku. Terkadang kesibukanmu melalaikan akan kewajibanmu memeliharaku. Tapi ku tak pernah kecewa kepadamu, ku bisa pahami itu semua kawanku karena kau tak memiliki banyak waktu untuk mengurusku...Ku tahu kau habiskan waktumu untuk mengejar cita-cita dan perjuanganmu..

Tahukah kau kawanku, pernah suatu hari ketika kau jajarkan aku dengan yang lain di suatu tempat. Benda sejenis disebelahku (dengan penampilan yang tentunya lebih baik dariku) mengeluh kepadaku. Mereka bilang ”Ku sudah bosan sekali menemani pemilikku, ku hanya diajak menemaninya ke tempat-tempat yang tidak bermanfaat, hanya sekedar makan, senang-senang, bahkan membasahiku dengan setetes air wudhupun jarang ia lakukan, apalagi mengajakku berjajar dengan benda sepertimu di antara ’batas suci’ masjid-masjid itu”. Kau tahu kawanku?? Betapa merasa sangat beruntungnya aku ketika itu karena ku tak bernasib sama dengan mereka. Ku bisa menemani langkah-langkah kakimu dalam menegakkan agama-Nya. Kau mengajakku ke tempat-tempat yang senantisa mengingatkanku akan kebesaran-Nya.

Terimakasih kawanku...Ku ingin membalas semua kebaikanmu. Suatu hari nanti atas izinNya kuingin menjadi saksi di hadapanNya untukmu saudaraku. Menjadi saksi dan bukti kemana saja kau langkahkan kakimu (bersama ku tentunya) selama ini. Teruslah kau langkahkan kaki mu seperti ini saudaraku, di jalan ini, walaupun suatu saat nanti ku tak mampu lagi menemanimu, bukan...bukan karena ku telah bosan menemanimu...tapi karena memang ku tak pantas lagi menemanimu karena lemahnya fisikku...

Entah bagaimana caranya ku bisa ungkapkan rasa bahagianya diriku bisa menemani langkah-langkah perjuangan mu wahai para aktivis dakwah...!!!.
Karena ku hanya ’SEPASANG SEPATU”.....

B.Lampung, 24 Februari 2009
(Terinspirasi oleh deretan sepatu-sepatu di depan markaz dakwah Birohmah^^)

ONE DAY.....

One day,…dapat sms di pagi hari…
Isinya??? Let’s we see..

“Betapa Maha Sempurnanya Allah, yang menguatkan tubuh dan fikiran tuk terus bergerak…Selesaikan tugas kuliah, rumah, juga dakwah…Walau kadang hati minta tuk berhenti, untuk skripsi atau urusan duniawi…
Tapi kita tak menjadikan dakwah dan skripsi terpisahkan.
Semuanya adalah bekalan di hari penimbangan n semua tergantung dari niatan...
”INTANSURULLAHAYANSURKUM WA YUTSABIT AQDAMAKUM”


A sweet word from a sweet friend at sweet time n special 4 sweet me^^.

Thanks fren, atas nasehatnya…sebuah kata-kata sederhana yang membuat langkah kembali tegak, bahu kembali kuat dan nafas kembali sejuk dirasakan.
Yups…terkadang sedih melihat teman2 yang memegang skripsinya masing2...Sempat bertanya, knp waktu kita blm juga tiba???. Waktu terasa berjalan sangat lambat...
Ditambah dengan keluarga, temen2 dan orang2 terdekat yang selalu bertanya “Kapan wisuda???”...
Aaah, teman...mmg semua terasa berat jika hanya dipandang sebelah sisi, tapi bukankah kita melihat semua dari sisi yang berbeda??. Dari sisi hati dan ketenangan diri yang tidak bisa dilihat dan dirasakan orang lain kecuali diri kita sendiri...Dari sisi keyakinan bahwa inilah jalan terbaik yang harus dilalui...Karena semua ada waktunya masing-masing.....

Kini...hanya sebuah harapan, semoga mereka bisa mengerti...........Karena kita yakin keberadaan di jalan ini tidak mungkin kita sesali...
Let’s fren, kita selesaikan tugas2 yang belum selesai...!!!!

“Maka sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan..Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila engkau telah selesai (dari suatu urusan), tetaplah bekerjakeras (untuk urusan yang lain). Dan hanya kepada Tuhanmulah engkau berharap” (QS. Al-Insyirah 5-8)

Rabu, 18 Februari 2009

SEBUAH MIMPI...(Is not be real...???)


“La tas-aluni ‘an hayati, fahia asrorul hayat …” (Jangan kalian tanya tentang hidupku. Ia adalah kehidupan yang penuh misteri… ).

Suatu hari kau terbangun di sepertiga malam terakhir, gemericik air mulai didengarkan dengan percikan2 air wudhu, tapi ternyata kau adalah orang terakhir yang menyuarakan gemericik itu karena tetangga dan orang-orang disekitarmu telah lebih dulu membasahi wajah2nya untuk menghadap Tuhannya yang Maha Mulia. Aah...malam ini kau telah didahului lagi...
Indera pendengarmu menangkap sayup-sayup suara tangis yang syahdu menyayat hati. Subhanallah, suara itu milik tetangga sebelah kanan rumah yang sedang qiyamul lail juga. Bukan suara tangis menahan malu karena aib yang tercoreng akibat pergaulan anak gadisnya, bukan pula korupsi yang dilakukan sang ayah atau sejenisnya. Tapi sebuah tangisan sebagai tanda kelemahan seorang hamba pada Rabbnya....

Tak lama setelah itu kau dengarkan senandung adzan yang bergema indah dimana-mana...Suara itu begitu ramai dan syahdu,.. segera kau beranjak dari tempat bersimpuhmu untuk menuju rumah Rabbmu. Ketika kau buka pintu depanmu, berbondong-bondong para tetanggamu telah mendahuluimu kembali menuju masjid untuk bersama menemui Rabbnya. Sapaan salam dan seuntai senyuman tulus disepanjang jalan menuju masjid kau temui dari wajah-wajah bersinar yang penuh kerinduan. Hampir saja kau tidak mendapat tempat dalam barisan jamaah shalat shubuh, karena jamaah telah memadati masjid ini..kau terlambat lagi rupanya..!. Seluruh jamaah berdiri dalam shaf yang rapi, pakaian yang rapi. Subhanallah… serasa shalat bersama jamaah para shahabat, dengan Rasulullah SAW menjadi sang imam...

Hari ini kau mulai hari untuk segera beraktivitas..Seperti biasa bus telah menjemputmu di halte, bahkan dengan mudah kau dapatkan tanpa harus menunggu lama karena semua telah terjadwal tepat pada waktunya. Sapaan sopir, kernet dan para penumpang lainnya begitu ramah ketika kau mulai melangkahkan kakimu masuk dalam bus itu ”Assalamualaikum” tersebar dimana-mana....Subhanallah...begitu menyejukkan ...
Dan tentu saja kau tak perlu berkelit kesana kemari menghindari bersentuhan dengan non-mahrom, karena bus hanya terisi kaum sejenis dengan kita. Tak Ada Ikhtilath!. Kita juga tidak harus menutup telinga karena musik keras yang memekakkan telinga tidak ada di bus ini, karena di bus ini justru lantunan nasyid-nasyid indah yang diperdengarkan. Mengingatkan manusia pada Tuhannya...

Di kampus, kau menikmati kuliah dengan tenang, tanpa harus khawatir akan terkena zina mata, zina hati etc, karena semuanya berjalan dalam sebuah sistem qurani. Setiap bahasan akan mampu meningkatkan ruhiyah. Bahkan semua fasilitas dapat antum nikmati GRATIS!, karena zakat, infak dan shadaqah kaum muslimin lebih dari cukup untuk membiayai semuanya. SUBHANALLAH ….!!!. Hari itu kau lalui dengan aktivitas yang membangun ‘kesalihan pribadi dan ummat’. Antum saksikan pula bagaimana Allah memenangkan hambaNya lewat ukhuwah yang terangkai indah. ISLAM ADALAH RAHMATAN LIL ‘ALAMIN.

Kini kau pun tak harus menutup mata atau mengatur jadwal menontonmu karena tayangan di televisi setiap waktu menyajikan tayangan-tayangan sarat makna dan pendidikan. Takkan kau temui sinetron-sinetron yang ”sentimentil”, mengumbar aurat, dan kisah-kisah cinta yang ’terlalu memaksa’. Ketika kau buka lembaran-lembaran surat kabar, kaupun menjadi semakin termotivasi hari ini untuk beramal semakin baik dan memberikan kontribusi pada negeri ini. Tak ada berita korupsi, perselingkuhan, pemerkosaan, pencurian ataupun peperangan. Yang kau temui adalah tulisan-tulisan sarat makna menggambarkan kondisi idela masyarakat Indonesia yang seharusnya. Kaya, cerdas, bersatu dan merdeka...Sebuah negara yang ideal dalam bingkai keimanan...

NOW, LET’S OPEN YOUR EYES...!!!! Dimanakah kita sekarang????
“Mereka merasa telah memberi nikmat kepadamu dengan keislaman mereka. Katakanlah: "Janganlah kamu merasa telah memberi nikmat kepadaku dengan keislamanmu, sebenarnya Allah Dialah yang melimpahkan nikmat kepadamu dengan menunjuki kamu kepada keimanan jika kamu adalah orang-orang yang benar".”
Ternyata, kita belum dalam dunia indah tadi! Kita masih di sini!. Masih di kampus tercinta ini…Masih di provinsi ini....masih di negara ini..Dan masih berjuang disini.....!!!. Ditengah-tengah kegelisahan zaman....

‘Kegelisan zaman itu seakan berbisik lewat angin yang berhembus perlahan, bersama mentari yang mengintip malu di balik awan. Dia bergumam: kapan kah gerangan para warotsatul anbiya’ itu berteriak lantang untuk menebar semerbak harum syariat Islam di bumi ini?”
Sesungguhnya dakwah ini digerakkan oleh orang-orang yang masih membiarkan diri sekali-kali terlena sapuan angin lembut dunia. Digerakkan oleh orang-orang yang masih mempartisi hati, sebagian ruang untuk-Nya, dan sebagian untuk dunia. Tapi rahmat Allah mengalahkan murka-Nya. Allah masih mengilhamkan kita untuk memberikan yang terbaik untuk dakwah ini. Sebagai penebus dosa yang berkesinambungan yang kita lakukan.

Apa yang harus kita lakukan???
Yang harus diperbuat adalah menciptakan kondisi ideal dimulai dari dakwah kita sendiri. Karena Allah sengaja membuat kondisi tidak ideal, agar kita menjadi pelopor bagi pembentukan kondisi yang ideal itu. Dan memang Allah sengajakan keadaan tidak sempurna itu, agar kita menjadi pelopor untuk membenahinya.

Tidak ada gunanya mengeluh dengan keadaan zaman ini. Begitu berat mungkin bahkan untuk hanya sekedar mendesahkan nafas panjang, atau setiap saat mengurut dada menyaksikan kondisi-kondisi yang ’menggenaskan’... Buat apa desahan nafas berat putus asa apabila bersama masalah itu ada kemudahan? Buat apa wajah terlipat, begitu pusing, apabila Allah menjanjikan pertolongan? Buat apa kehendak untuk lari meninggalkan kecewa yang bertumpuk, apabila diujung jalan ini kita akan menemui ‘adn? Allah tak akan pernah ingkar janji.

So, jangan pernah berhenti berjuang....!!! Karena kondisi ideal itu suatu saat akan kita temui, semua itu bukan sekedar mimpi teman, ketika kita bersungguh-sungguh memperjuangkannya bersama....
Let’s open your eyes n follow your dreams.....!!!!

(Spesial to tmn2 seperjuangan semua dimanapun berada..Salam perjuangan^^)

Kepompong kupu-kupu



Seseorang menemukan kepompong seekor kupu-kupu. Suatu hari lubang kecil muncul. Orang itu duduk dan mengamati dalam beberapa jam ketika kupu-kupu itu berjuang memaksa dirinya melewati lubang kecil itu.Kemudian kupu-kupu itu berhenti membuat kemajuan. Kelihatannya kupu-kupu itu telah berusaha semampunya dan dia tidak bisa lebih jauh lagi. Akhirnya orang tersebut memutuskan untuk membantunya, dia ambil sebuah gunting dan memotong sisa kekangan dari kepompong itu. Kupu-kupu itu keluar dengan mudahnya. Namun, kupu-kupu itu mempunyai tubuh gembung dan kecil serta sayap-sayapnya mengkerut. Orang tersebut terus mengamatinya karena dia berharap bahwa, pada suatu saat, sayap-sayap itu akan mekar dan melebar sehingga mampu menopang tubuh kupu-kupu itu, yang mungkin akan berkembang.

Namun semuanya tidak akan pernah terjadi. Kenyataannya, kupu-kupu itu menghabiskan sisa hidupnya merangkak dengan tubuh gembung dan sayap-sayap mengkerut. Kupu-kupu itu tidak pernah bisa terbang.

Yang tidak dimengerti dari kebaikan orang tersebut adalah bahwa kepompong yang menghambat dan perjuangan yang dibutuhkan kupu-kupu untuk melewati lubang kecil adalah jalan Tuhan untuk memaksa cairan dari kupu-kupu itu masuk ke dalam sayap-sayapnya sedemikian rupa sehingga dia akan siap terbang begitu dia memperoleh kebebasan dari kepompong tersebut.

Kadang-kadang perjuangan adalah yang kita perlukan dalam hidup kita. Jika Tuhan membiarkan kita hidup tanpa hambatan, itu mungkin melumpuhkan kita. Kita mungkin tidak sekuat yang semestinya kita mampu. Kita mungkin tidak pernah dapat terbang.

Saya mohon Kekuatan ... Dan Tuhan memberi saya kesulitan-kesulitan untuk membuat saya kuat.

Saya memohon Kebijakan ... Dan Tuhan memberi saya persoalan untuk diselesaikan.

Saya memohon Kemakmuran ... Dan Tuhan memberi saya Otak dan Tenaga untuk bekerja.

Saya memohon Keteguhan hati ...Dan Tuhan memberi saya Bahaya untuk diatasi.

Saya memohon Cinta ... Dan Tuhan memberi saya orang-orang bermasalah untuk ditolong.

Saya memohon Kemurahan/Kebaikan hati ... Dan Tuhan memberi saya kesempatan-kesempatan.

Saya tidak memperoleh yang saya inginkan, saya mendapatkan segala yang saya butuhkan.

Fabiayyi ala irabbikumatukazzibaan...
Ya Allah...Bantu kami selalu mencintaiMu...Bantu kami untuk senantiasa ikhlas dan sabar dalam setiap apaun yg terjadi dlm hidup ini...