Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Kamis, 17 Desember 2009

BELAJAR DARI DUA PENGUSAHA BERSAHAJA..

Sekitar empat bulan terakhir saya diberi kesempatan untuk banyak berinteraksi dengan beberapa pengusaha. Bermula dari keikutsertaan saya dalam Universal Enterprise, kemudian banyak mengenal banyak karakter dan pola pikir beberapa tentor disana. Sejak awal, yang ada di benak saya para pengusaha itu adalah orang2 hebat, orang2 sukses –dlm parameter duniawi-, orang2 yang berani mengambil resiko dan pekerja keras, bermobil mewah, mempunyai rumah besar dan luas, dan anak2 dengan pendidikan terjamin... Kondisi yang sangat ideal bukan??. Dan kebanyakan memang seperti itu adanya yang kita lihat. Banyak sekali ilmu yang bisa kudapatkan disana, dari bagaimana mereka memulai usaha, mengalami kegagalan hingga merasakan kesuksesan seperti sekarang. Kagum melihat mereka, semangatnya itu luar biasa..Proses ’cuci otak’ nampaknya berhasil diterapkan pada diriku...hehe...

Suatu ketika saya diberi kesempatan untuk silaturahim ke rumah salah seorang Bapak –kita sebut saja namanya Bapak X-. Beliau adalah seorang pengusaha di Lampung, bergerak di bidang kuliner, dan mempunyai omset perbulan diatas 50 juta, apalagi jika menjelang perayaan hari-hari besar omset bisa mencapai 100 juta ke atas karena pemesanan pada produk yang ia jual pasti akan meningkat tajam. Sepanjang perjalanan yang ada di benakku adalah rumah besar yang akan kami kunjungi, mungkin dengan beberapa kendaraan yang sedang parkir di halaman, karena jika dilihat dari omset penjualan bukan hal yang mustahil Bapak ini memiliki kapasitas kekayaan seperti ini. Dengan bermodal alamat rumah yang dikirim via sms kami mencoba menemukan rumah sang Bapak. Hingga berhentilah kami di depan gang sempit sesuai dengan alamat yang ditunjukkan sang Bapak melalui sms itu.. Hmmm, awalnya tampak ragu masuk ke gang sempit itu, tapi nampaknya ini memang alamat yang benar..Menyusuri beberapa rumah, seraya memperhatikan nomor-nomor rumah di sepanjang gang itu, hingga kami menemukan nomor rumah yang kami cari.. Teman ku sempat bertanya sebelum kami menghampiri rumah itu ’Bener kan ini rumahnya??’, tanyanya ragu......Ku lihat kembali layar hp ku, ’bener kok, sesuai dengan yang ada di sms’. Kemudian kami mengetuk pintu hingga ada seorang ibu membukakannya, ’Assalamualaikum, maaf bu, Benar ini rumahnya Bapak X??, Bapaknya ada??’ tanya saya. ‘Iya bener, ini mb Evi yang dari Unila itu ya??, Tapi Bapak lagi keluar, tadi titip pesan kalau mbak datang disuruh masuk saja dan langsung ke ruang produksi’ jawabnya..Aku tersenyum.. Alhamdulillah berarti kita gak salah rumah... ;0

Kami melangkah masuk ke dalam rumah itu, melewati ruang tamu, ruang keluarga dan ruang makan, tak ada satupun barang mewah disana..Sederhana...bahkan bisa kubilang sederhana sekali. Yang terlihat adalah tumpukkan kardus dan barang-barang yang berkenaan dengan usaha sang Bapak. Hingga kami masuk ke sebuah ruangan yang disebut ‘ruang produksi’ oleh sang Ibu.. Ruangan yang tidak seberapa besar, tapi tahukah berapa orang disana ??, Ada sekitar 12 orang ibu2 yang sedang bekerja... Sambil menunggu sang Bapak datang kami terkesima melihat kegiatan disana, ternyata dari ruang sekecil ini’peradaban’ itu bisa bermula, berhasil menghidupi beberapa karyawan dan menyerap pengangguran. Dari info yang kami dapat disana kurang lebih ada 25 orang karyawan, dan jika pesanan sedang banyak karyawan bisa mencapai 35-40 orang dengan gaji Rp300-550rb/bulan. Lagi-lagi tak ada barang mewah disana, dan rumahnya pun tidak lebih dari rumah seorang PNS yang berpenghasilan Rp.2 juta / bulannya... ^_^


Kesempatan kedua berselang sekitar dua bulan dari kunjungan pertama, kali ini silturahim ke rumah seorang pengusaha Agribisnis, tapi juga punya seabrek kegiatan lainnya..Kali ini kita sebut saja Bapak Y...Beliau pemilik sekaligus terapis klinik akupuntur, malam hari beliau kerja di sebuah apotik ternama di B.Lampung. Dan memiliki sebuah usaha Agribisnis di rumahnya. Oh ya, beliau juga seorang HRD di sebuah perusahaan import rempah2 di dekat rumahnya...-gak kebayang kan gmna cara bagi waktunya??. Kali ini kami mengunjungi rumahnya dengan ikut serta dalam mobilnya, -jadi gak perlu cari2 lagi-. Dari performa, dan mobilnya bisa terlihat kesejahteraan secara materi yang dimilikinya. Beliau sangat ramah dan tak sungkan berbagi ilmu apa saja tentang usahanya. Disepanjang perjalanan beberapa kali ia mengangkat telepon, menerima pesanan dari produk agribisnisnya.. Kita yang di dalam mobil hanya bisa saling tatap, Subhanallah...gak kebayang deh berapa omzet yang ia dapat dalam sekali pemesanan.. Inspiring...Luar Biasa...Tak ayal sepanjang perjalanan yang ada di benakku saat itu adalah kami pasti akan mengunjungi sebuah rumah besar, yah seperti rumah para pejabat dan pengusaha layaknya... Setibanya di rumahnya, ternyata kali ini perkiraan saya salah lagi... Rumahnya cukup sederhana, kecil, dan biasa saja...Lagi-lagi tak ada barang mewah disana...Hanya saja pada bagian belakang rumahnya ada beberapa ruangan dan halaman luas yang ia jadikan tempat usahanya. Dan disinilah hartanya tersimpan, bukan dalam bentuk barang tapi dalam bentuk investasi jangka panjang.... Great Ispiring....

Tulisan ini bertujuan agar kita bisa mengambil hikmah dari pengalaman dan kondisi hidup mereka. Betapa banyak orang-orang yang ‘berlagak’ kaya,membusungkan dada dan mengangkat kepala padahal tidak memiliki apa-apa, atau bahkan harta yang mereka dapatkan hasil dari penipuan –korupsi dkk-. Dua orang pengusaha diatas adalah salah dua dari beribu pengusaha sukses yang unik..Kenapa saya bilang unik??, karena dari beberapa pengusaha yang sempat saya kenal mereka memiliki kepribadian yang sangat bersahaja. Ada beberapa kata yang sempat terlontar dari mereka kepada kami dan itu masih saya ingat hingga saat ini ‘Semua ini hanya pinjaman, dan pinjaman itu pasti akan dikembalikan.. Saya sudah merasa cukup dan bersyukur dengan apa yang ada pada saya saat ini..Saya sudah merasa puas makan dengan ‘HASIL TANGAN’ saya sendiri. Dan jika Ia mau mengambilnya suatu saat maka saya tidak akan terlalu kaget karenanya...Bukankah saya masih memiliki tangan??’

Semoga saya dan kita semua bisa mencontoh mereka, menggunakan tangan sendiri untuk meraih mimpi....dan mengajak tangan-tangan baru untuk bersama meraih mimpi...
Bukan dibawah tangan orang lain, juga tidak untuk berada diatas tangan orang lain.
Tapi tangan ini, untuk menggenggam erat tangan yang lain...... ^_^

Kotabumi,18 Desember 2009 / 1 Muharram 1431 H
11 ; 14 WIB

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Semoga Bermanfaat...